Temukan Artikel Dan Pengertian Berbagai Bidang Ilmu Di Website Ini.

Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Monday, 29 February 2016

Pengertian Empirisme

Pengertian Empirisme - Empirisme secara etimologis menurut Bagus (2002) berasal dari kata bahasa Inggris empiricism dan experience. Kata-kata ini berakar dari kata bahasa Yunani έμπειρία (empeiria) dan dari kata experietia yang berarti “berpengalaman dalam”,“berkenalan dengan”, “terampil untuk”. 

Sementara menurut Lacey (2000) berdasarkan akar katanya Empirisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa pengetahuan secara keseluruhan atau parsial didasarkan kepada pengalaman yang menggunakan indera. 

Selanjutnya secara terminologis terdapat beberapa definisi mengenai empirisme, di antaranya: doktrin bahwa sumber seluruh pengetahuan harus dicari dalam pengalaman, pandangan bahwa semua ide merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami, pengalaman inderawi adalah satu-satunya sumber pengetahuan, dan bukan akal. 

Berdasarkan Honer and Hunt (2003) aliran ini adalah tidak mungkin untuk mencari pengetahuan mutlak dan mencakup semua segi, apalagi bila di dekat kita terdapat kekuatan yang dapat dikuasai untuk meningkatkan pengetahuan manusia, yang meskipun bersifat lebih lambat namun lebih dapat diandalkan. Kaum empiris cukup puas dengan mengembangkan sebuah sistem pengetahuan yang mempunyai peluang besar untuk benar, meskipun kepastian mutlak tidak akan pernah dapat dijamin. 

Kaum empiris memegang teguh pendapat bahwa pengetahuan manusia dapat diperoleh lewat pengalaman. Jika kita sedang berusaha untuk meyakinkan seorang empiris bahwa sesuatu itu ada, dia akan berkata “tunjukkan hal itu kepada saya”. 

Dalam persoalan mengenai fakta maka dia harus diyakinkan oleh pengalamannya sendiri. Tokoh yang dianggap sebagai benih dari empisisme adalah Aristoteles, seperti juga pada rasionalisme, maka pada empirisme pun terdapat banyak tokoh pendukungnya yang tidak kalah populernya. Tokoh-tokoh dimaksud di antarnya adalah David Hume, John Locke dan Bishop Berkley.


Sekian uraian tentang Pengertian Empirisme, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Friday, 26 February 2016

Pengertian Gaya Hidup

Pengertian Gaya Hidup - Gaya Hidup merupakan ciri sebuah negara modern, atau yang biasa disebut dengan modernitas. Maksudnya adalah siapapun yang hidup dalam masyarakat modern akan menggunakan gagasan tentang gaya hidup untuk menggabarkan tindakan sendiri atau orang lain. 

Gaya hidup merupakan pola-pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang yang lain. Dalam interaksi sehari hari kita bisa menerapkan suatu gagasan tentang gaya hidup tanpa perlu menjelaskan apa yang dimaksud. 

Oleh sebab itu gaya hidup merupakan bagian dari kehidupan sosial sehari hari dunia modern dan gaya hidup berfungsi dalam interaksi dengan cara-cara yang mungkin tidak dapat dipahami oleh mereka yang tidak hidup dalam masyarakat modern. 

Gaya hidup kalau di definisikan lebih luas adalah sebagai cara hidup yang di identifikasi oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktifitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereke sendiri dan juga dunia disekitarnya.

Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya. 

Dari berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu. Faktor-faktor utama pembentuk gaya hidup dapat dibagi menjadi dua yaitu secara demografis dan psikografis. Faktor demografis misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, usia, tingkat penghasilan dan jenis kelamin, sedangkan faktor psikografis lebih kompleks karena indikator penyusunnya dari karakteristik konsumen.


Sekian uraian tentang Pengertian Gaya Hidup, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Friday, 12 February 2016

Pengertian Kecerdasan Emosi Menurut Para Ahli

Apa Itu Pengertian kecerdasan emosi? | Sebelum membahas tentang kecerdasan emosi sebaiknya dijelaskan dahulu tentang emosi. Adapun yang dimaksud emosi adalah setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan dan nafsu, baik itu bersifat positif atau negatif.
Adapun macam-macam emosi menurut penggolongannya adalah sebagai berikut:
  1. Amarah, meliputi: bringas, mengamuk, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, dll 
  2. Kesedihan, meliputi: pedih, sedih, muram, suram, melankolis, putus asa, dll 
  3. Rasa taku, seperti: cemas, gugup, khawatir, waspada, fobia, dll 
  4. Kenikmatan, misalnya: bahagia, gembira, senang, bangga. 
  5. Cinta, meliputi: penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, dll 
  6. Terkejut, seperti: terkesiap, takjub, terpana 
  7. Jengkel, meliputi: hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, dll 
  8. Malu, seperti: rasa salah, malu hati, kesal hati, sesal, hina, aib, dan hati hancur lebur.
Sedangkan kecerdasan merupakan kekuatan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu. Menurut Howard Gardner kecerdasan dibagi menjadi tujuh macam yaitu kecerdasan linguistik, kecerdasan logika matematika, kecerdasan musikal, kecerdasan kinetik, kecerdasan spasial, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal.
Beberapa ahli membedakan pengertian kecerdasan emosi sebagai berikut:
  1. Menurut Daniel Goleman kecerdasan emosi adalah kemampuan seperti kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, berempati dan berdo`a. 
  2. Menurut Agus Efendi kecerdasan emosi adalah jenis kecerdasan yang fokusnya memahami, mengenali, merasakan, mengelola, dan memimpin perasaan diri sendiri dan orang lain serta mengaplikasikannya dalam kehidupan pribadi dan sosial. 
  3. Menurut Dr Hamzah B. Uno .M.Pd kecerdasan emosi adalah kemamapuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain , kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri, dan dalam hubungannya dengan orang lain. 
  4. Menurut Howard Gardner kecerdasan emosi terdiri dari dua kecakapan yaitu intrapersonal intelligence (kemampuan untuk memahami diri sendiri dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri) dan interpersonal intelligence (kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain dan sekitarnya).
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.

Sekian pengertian kecerdasan emosi menurut para ahli, semoga artikel ini dapat bermanfaat!
Baca juga:

Pengertian Sugesti

Apa Itu Sugesti?| Yang dimaksud dengan sugesti ialah pengaruh psikis, baik yang datang dari diri sendiri, maupun yang datang dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik dari individu yang bersangkutan.
 
Karena itu sugesti dapat dibedakan menjadi:
  1. auto sugesti, yaitu sugesti terhadap diri sendiri, sugesti yang datang dari dalam diri individu yang bersangkutan, dan
  2. hetero sugesti, yaitu sugesti yang datang dari orang lain. Misal sering seseorang merasa sakit-sakit saja, walaupun secara obyektif yang bersangkutan dalam keadaan sehat-sehat saja terapi karena auto-sugesti orang tersebut merasa tidak dalam keadaan sehat, maka ia merasa tidak sehat. Contoh untuk hetero sugesti adalah misal dalam bidang perdagangan, orang mempropagandakan dagangannya sedemikian rupa, hingga tanpa berfikir lebih lanjut orang termakan propaganda itu, dan menerima saja apa yang diajukan oleh pedagang yang bersangkutan.
Imitasi dan sugesti peranannya dalam interaksi hampir sama besarnya, namun berbeda. Dalam imitasi, orang yang mengimitasi keadaannya aktif sebaliknya dengan yang diimitasi dalam keadaan pasif. Sedangkan dalam sugesti orang dengan sengaja dan aktif memberikan pandangan, norma dan sebagainya agar orang lain menerima. 
 
Terjadinya proses sugesti mengikuti dalil sebagai berikut :
  • Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila daya kritisnya dihambat. Orang yang kemampuan berpikirnya kurang atau kurang kritis akan mudah dipengaruhi. Daya kritis tersebut akan terhambat bila orang terkena stimulus yang bersifat emosional. Atau dalam keadaan fisik dan jiwa yang lelah. Misal orang yang telah berjam-jam rapat, ia sudah lelah baik fisik maupun psikologis , adanya keenganan untuk berfikir secara berat, sehingga biasanya dalam keadaan yang demikian orang akan mudah menerima pendapat, pandangan dari pihak lain, atau dengan kata lain orang yang bersangkutan akan mudah menerima sugesti dari pihak lain. 
  • Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila kemampuan berpikirnya terpecah belah (dissosiasi). Orang mengalami dissosiasi bila orang itu dalam keadaan kebingungan sehingga mudah menerima pengaruh orang lain. Secara psikologis orang yang dalam keadaan bingung berusaha mencari penyelesaian karena jiwanya tidak tenteram sehingga mudah dipengaruhi oleh pihak lain. 
  • Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila materinya mendapat dukungan orang banyak (sugesti mayoritas). Dalam dalil ini orang akan mudah menrima pandangan, nporma, pendapat dan sebagainya bila hal tersebut telah mendapatkan dukungan mayoritas. 
  • Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila yang memberikan materi adalah orang yang memiliki otoritas. Walau materi yang diberikan sama tetapi kalau yang memberikan berbeda maka akan terdapat pula perbedaan dalam penerimaan. Orang yang memiliki otoritas akan cenderung mudah diterima karena tingkat kepercayaan yang tinggi 
  • Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila pada orang yang bersangkutan telah ada pendapat yang mendahului yang searah. Bila dalam diri orang ada pendapat yang telah mendahului dan searah dengan yang disugestikan maka umumnya orang akan mudah menerima pendapat tersebut.
 
 
 
Sekian pengertian sugesti, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda!
Baca juga:

Thursday, 11 February 2016

Pengertian Budaya Demokrasi

Apa Itu Budaya Demokrasi? | Kata budaya berasal dari kata budi/akal dan daya/kemampuan maka budaya adalah kemampuan akal manusia. Secara bahasa budaya demokrasi berarti kemampuan akal manusia tentang berdemokrasi.

Pengertian Budaya Demokrasi dapat dilihat dari tiga sudut:

Yang pertama adalah budaya demokrasi formal, yaitu suatu sistem pemerintahan yg hanya dilihat dari ada atau tidaknya lembaga politik demokrasi seperti perwakilan rakyat .

Yang kedua adalah budaya demokrasi wajah(permukaan), yaitu demokrasi yang hanya tampak dari luar, sedangkan di dalamnya tidak ada sama sekali unsur demokrasi.

Yang ketiga demokrasi substantif, yaitu demokrasi yang memberikan kesempatan(hak suara) untuk menentukan kebijakan kepada seluruh golongan masyarakat tanpa memandang kedudukan atau apapun dengan tujuan menjalankan agenda kerakyatan.

Budaya Demokrasi pada intinya adalah budaya yang menomorsatukan kepentingan masyarakat dalam pembuatan keputusan mengenai kebijakan negara.

Kelebihan dan Kekurangan Budaya Demokrasi
Kelebihan

  • Demokrasi memberi kesempatan untuk perubahan di tubuh pemerintahan tanpa menggunakan tindakan yang tidak baik. 
  • Adanya pemindahan kekuasaan yang dapat dilakukan melalui pemilihan umum 
  • Sistem demokrasi mencegah adanya monopoli kekuasaan 
  • Dalam budaya demokrasi, pemerintah yang terpilih melalui pemilu akan memiliki rasa berutang karena rakyat yang memilihnya, oleh karena itu hal ini akan menimbulkan pemicu untuk bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat 
  • Masyarakat diberi kebebasan untuk berpartisipasi yang menimbulkan rasa memiliki terhadap negara.
Kekurangan
  • Masyarakat bisa salah dalam memilih dikarenakan isu-isu politik 
  • Fokus pemerintah akan berkurang ketika menjelang pemilu masa berikutnya - Massa dapat memengaruhi orang


Sekian pengertian Budaya Demokrasi, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda!
Baca juga:

Pengertian Cinta Menurut Para Ahli

Apa Itu Cinta? | Pengertian Cinta dari segi Etimologi Dan Terminologi
Etimologi
Dalam bahasa Yunani kuno, yang membedakan antara tiga atau lebih konsep: eros, philia, dan agape. Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam.

Terminology Penggunaan istilah cinta dalam masyarakat Indonesia dan Malaysia lebih dipengaruhi perkataan love dalam bahasa Inggris. Love digunakan dalam semua amalan dan arti untuk eros, philia, agape dan storge. Namun demikian perkataan-perkataan yang lebih sesuai masih ditemui dalam bahasa serantau dan dijelaskan seperti berikut:
  • Cinta yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan, eros 
  • Sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, philia 
  • Kasih yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan, agape 
  • Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, storge

Pengertian Cinta Menurut Para Ahli Psikologi

Abraham Maslow Dalam teori Hierarki Maslow, cinta merupakan kebutuhan pada manusia. Dalam teori ini cinta berarti kasih sayang dan rasa terikat (to belong). Rasa saling menyayangi dan terikat satu sama lain, antara individu satu dengan individu lainnya. Maslow mengatakan bahwa kita semua membutuhkan rasa diingini dan diterima oleh orang lain. Ada yang memusakan kebutuhan ini melalui berteman, berkeluarga, atau berorganisasi. Tanpa ikatan ini,kita akan kesepian.( sobur,2003:277)
 
Carl Rogers Cinta yaitu keadaan dimengerti secara mendalam dan diterima dengan sepenuh hati.(sobur,2003:277) 

Erich Fromm

Dalam bukunya The Art of loving, Erich Fromm (1983) menyatakan bahwa cinta sebagai alat untuk mengatasi keterpisahan manusia,sebagai pemenuhan kerinduan akan kesatuan.tetapi di atas kebutuhan eksistensi dan menyeluruh itu, timbul suatu kebutuhan biologis, yang lebih spesifik yaitu keinginan untuk menyatu antara kutub-kutub jantan dan betina. Ide pengutupan ini diungkapkan dengan adanya mitos bahwa pada mulanya laki-laki dan wanita adalah satu, kemudian mereka dipisahkan menjadi setengah setengah dan sejak itu sampai seterusnya, setiap laki-laki terus mencari belahan wanita yang hilang dari dirinya untuk bersatu kembali dengannya.(sobur,2003:419)

Menurut Erich Fromm, ada lima syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:
  • Perasaan 
  • Pengenalan 
  • Tanggung jawab 
  • Perhatian 
  • Saling menghormati
Erich Fromm dalam buku larisnya (the art of loving) menyatakan bahwa ke empat gejala: Care, Responsibility, Respect, Knowledge (CRRK), muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggungjawab pada si anak. Sementara tanggungjawab dan pengasuhan tanpa rasa hormat sesungguhnya & tanpa rasa ingin mengenal lebih dalam akan menjerumuskan para orang tua, guru, rohaniwan dll pada sikap otoriter.
Lie Pok Liem (dalam Sobur,1998)

Cinta kasih adalah ibarat fundamental pendidikan secara keseluruhan.Tanpa curahan kasih saying, pendidikan yang ideal tidak munkin bisa dijalankan. Pendidikan tanpa cinta akan terasa kering dan bahkan tidak menarik.

Erich H. Ericson Dalam Fase perkembangan Erikson, cinta adalah kesetian yang masak sebagai dampak dari perbedaan dasar antara pria dan wanita. Cinta disamping bermuatan intimasi juga membutuhkan sedikit isolasi karena masing-masing parnert tetap boleh memiliki identitas yang terpisah.( Alwisol,2009:101).

 
Sekian pengertian cinta menurut para ahli, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda!
Baca juga:

Monday, 1 February 2016

Pengertian Empati Menurut Para Ahli

Pengertian Empati
Menurut Zoll dan Enz (2012) empati dapat diartikan sebagai kemampuan dan kecenderungan seseorang (“observer”) untuk memahami apa yang orang lain (“target”) pikirkan dan rasakan pada situasi tertentu.
 
Empati pertama kali diperkenalkan oleh Titchener (1909) sebagai terjemahan bahasa Inggris dari kata bahasa German “Einfühlung” (Vischer, 1873; Lipps, 1903) dimana aslinya digunakan dalam pelajaran estetika untuk menggambarkan hubungan antara seseorang dengan sebuah benda seni.
 
Selama abad 20 an istilah ini lebih diterapkan pada hubungan antar manusia, dengan kurang lebih dua penekanan yang timbul, salah satunya mengacu pada komponen afektif empati, dan lainnya mengacu pada komponen kognitif empati.
 
Empati merupakan salah satu bentuk emosi kesadaran diri, selain rasa malu,rasa cemburu, rasa bangga dan rasa bersalah. Menurut Darwin, emosi-emosi tersebut berawal dari perkembangan kesadaran diri dan melibatkan penguasaan peraturan dan standar (LaFreniere, 2000)
 
Sementara itu, Mead dalam Eisenberg (2000) menyatakan bahwa empati merupakan kapasitas mengambil peran orang lain dan mengadopsi perspektif orang lain dihubungkan dengan diri sendiri.
 
Para peneliti lain menyebut empati dengan mengacu kepada kemampuan kognitif untuk memahami kondisi mental dan emosional orang lain (Borke,1971, 1973; Deutsch & Madle, 1975 dalam Eisenberg, 2000) atau insight sosial(Dymond, 1950 dalam Eisenberg, 2000). Dengan kata lain empati melibatkan kognisi.
 
Dalam bidang klinis, empati didefinisikan dalam beberapa macam. Misalnya Rogers (1959) mengatakan bahwa empati berguna untuk memahami kerangka internal orang lain dengan akurat, dan dengan komponen dan arti yang melekat, seolah-olah menjadi orang lain tanpa meniadakan “kondisi seandainya” (Eisenberg, 2000). 
 
Ahli klinis yang lain menyatakan bahwa definisi empati melibatkan efek kebersamaan, termasuk menempatkan diri pada posisi orang lain dan perbedaan yang jelas antara diri dengan orang lain (Katz, 1963 ; Kohut, 1959; Strayer, 1987 ; Wispe, 1986 dalam Eisenberg, 2000).
 
Beberapa psikolog sosial menggunakan empati untuk mengindikasi proses kognitif inferensial.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan empati adalah kemampuan kognitif untuk memahami kondisi mental dan emosional orang lain.
 

Sekian pengertian empati menurut para ahli, semoga artikel ini dapat bermanfaat..

Baca juga:

Friday, 29 January 2016

Pengertian Kreatif dan Kreativitas Menurut Para Ahli

Pengertian Kreatif dan Kreativitas
Kata “Kreatif” merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris To Create, yang merupakan singkatan dari :
  • Combine (menggabungkan) –penggabungan suatu hal dengan hal lain 
  • Reverse (membalik) –Membalikan beberapa bagian atau proses 
  • Eliminate (menghilangkan) –menghilangkan beberapa bagian 
  • Alternatif (kemungkinan) –Menggunakan cara, bahan dll dengan yang lain. 
  • Twist (memutar) –memutarkan sesuatu dengan ikatan 
  • Elaborate (memerinci) –memerinci atau menambah sesuatu
Berpikir kreatif berarti :
  • Melepaskan diridari pola umum yang sudah tertanam dalam ingatan. 
  • Mampu mencermati sesuatu yang luput dari pengamatan orang lain.
Ratusan orang dapat berbicara diantara satu orang yang dapat berpikir, tetapi ribuan orang dapat berpikir di antara satuorang yang dapat melihat. 

Menurut John Adair kreativitas adalah daya pikir dan semangat yang memungkinkan kita untuk mengadakan sesuatu yang memiliki kegunaan, tatanan, keindahan, atau arti penting dari sesuatu yang kelihatannyatidak ada.

Sedangkan menurut Conny R. Semiawan kreativitas merupakan kemampuan untuk memberikan gagasan–gagasan baru dan menerapkanya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi 2; Aptitude (kecakapan) dan Nonaptitude (bukan kecakapan) Ciri-ciri aptitude dalam pemikiran meliputi :
  1. Fluency (kelancaran) 
  2. Flexibility (keluwesan) 
  3. Originality ( keaslian)
Ciri-ciri non aptitude meliputi :
  1. Rasa ingin tahu 
  2. Senang mengajukan pertanyaan 
  3. Selalu ingin mencari pengalaman –pengalaman baru

Definisi Kreativitas secara keseluruhan “Kemampuan seseoranguntuk Melahirkan sesuatu yang baru baik gagasan maupun karya nyata yang berbentuk aptitude maupun non aptitude baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada yang semuanya berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya ”

Menurut Rhode Kreatifitas dapat didefinisikan dalam 4 jenis dimensi :
  1. Person = the abilities that are characteristics of creative people
  2. Process= that manifest in self in fluency, in flexibility as well in originality of thinking.
  3. Press = can be regarded as quality of product or respons judged to be creative by appropriate observes.
  4. Product= ability to bring something new into existence

Demikialah pembahasan mengenai pengertian kreatif dan kreativitas, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua..

Baca juga:

Friday, 22 May 2015

Pengertian Motorik Halus Anak Usia Dini

|Pembahasan Mengenai Pengertian Motorik Halus Anak Usia Dini|

Menurut Santrock (1995: 225) Pada usia 4 tahun, koordinasi motorik halus anak-anak telah semakin meningkat dan menjadi lebih tepat dan pada usia 5 tahun koordinasi motorik halus akan semakin meningkat. Saputra dan Rudyanto (2005: 118) mengatakan bahwa motorik halus adalah kemampuan anak beraktivitas dengan menggunakan otot-otot halus (kecil) seperti menulis, meremas, menggambar, menggenggam, menyusun balok dan memasukkan kelereng. 

Sujiono (2009: 1.14) berpendapat, motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti keterampilan menggunakan jari jemari tangan dan gerakan pergelangan tangan yang tepat. Sehingga gerakan ini tidak memerlukan tenaga melainkan membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang cermat. Dalam melakukan gerakan motorik halus, anak juga memerlukan dukungan keterampilan fisik lain serta kematangan mental. 

Menurut Sumantri (2005: 143) keterampilan motorik halus adalah pengorganisasian penggunakan sekelompok otot-otot kecil seperti jari jemari dan tangan yang sering membutuhkan kecermatan dan koordinasi mata dengan tangan, keterampilan yang mencakup pemanfaatan dengan alat-alat untuk bekerja dan obyek yang kecil atau pengontrolan terhadap mesin misalnya mengetik, menjahit dan lain-lain.
 
|Metode-metode Untuk Meningkatkaan ketampilan Motorik Halus Anak Usia Dini|

Menurut Hurlock (dalam Noorlaila 2010: 50) melalui ketrampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. Pada usia prasekolah, anak sudah dapat dilatih menulis, menggambar, melukis, dan berbaris-baris. 

Menurut Noorlaila (2010: 62) perkembangan motorik halus merupakan kemampuan anak dalam melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu, menjimpit, dan menulis. 

|Metode Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini|
Menurut Hurlock (dalam Noorlaila 2010: 50) melalui ketrampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. Pada usia prasekolah, anak sudah dapat dilatih menulis, menggambar, melukis, dan berbaris-baris. 

Menurut Magil (dalam Sumantri 2005: 143) ketrampilan ini melibatkan koordinasi neuromuscular (syaraf otot) yang memerlukan ketepatan derajat tinggi untuk berhasilnya ketrampilan ini. Ketrampilan jenis ini sering disebut sebagai ketrampilan yang memerlukan koordinasi mata-tangan. 

Menurut Sumantri (2005: 145) tujuan pengembangan motorik halus anak usia dini adalah untuk melatih kemampuan koordinasi motorik anak. Pengembangan motorik halus akan berpengaruh terhadap kesiapan anak dalam menulis, kegiatan melatih koordinasi antara tangan dengan mata yang dianjurkan dalam jumlah waktu yang cukup meskipun penggunaan tangan secara utuh belum mungkin tercapai. 

Masih menurut Sumantri (2005: 146) tujuan pengembangan motorik halus di usia 4-6 tahun adalah anak mampu mengembangkan kemampuan motorik halus yang berhubungan dengan keterampilan gerak kedua tangan, mampu menggerakkan anggota tubuh yang berhubungan dengan gerak jari jemari seperti kesiapan menulis, menggambar dan memanipulasi benda-benda, maapu mengkoordinasikan indera mata dan aktivitas tangan serta mampu mengendalikan emosi dalam beraktivitas motorik halus. 

|Fungsi Kemampauan Motorik Halus Anak Usia Dini|
Menurut Suyanto (2005: 51) motorik halus berfungsi untuk melakukan gerakan-gerakan bagian tubuh yang lebih spesifik, seperti menulis, melipat, merangkai, mengancing baju, menali sepatu dan menggunting.

Menurut Sumantri (2005: 146) juga menjelaskan bahwa fungsi pengembangan keterampilan motorik halus adalah mendukung aspek lainnya seperti kognitif dan bahasa serta sosial karena pada hakekatnya setiap pengembangan tidak dapat terpisahkan satu sama lain. Selain itu menurut Saputra dan Rudyanto (2005: 116) fungsi pengembangan motorik halus adalah sebagai alat untuk mengembangkan koordinasi kecepatan tangan dengan gerakan mata, dan sebagai alat untuk melatih penguasaan emosi.


Sumber:
http://infodanpengertian.blogspot.com/

Gambar. Pengertian Motorik Halus Anak Usia Dini

Saturday, 16 May 2015

Pengertian Moral dan Tahap Perkembangannya

|Pengertian Moral Menurut Para Ahli|

| Pengertian Moral | Pengertian Moral menurut Gunarsa adalah rangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi. Istilah moral sendiri berasal dari kata mores yang berarti tata cara dalam kehidupan, adat istiadat atau kebiasaan. Selanjutnya para ahli memberikan pendapatnya mengenai pengertian moral di bawah ini.

Pengertian Moral Menurut Shaffer adalah kaidah norma dan pranata yang mengatur perilaku individu dalam hubungannya dengan masyarakat dan kelompok sosial. Moral ini merupakan standar baik dan buruk yang ditentukan oleh individu dengan nilai-nilai sosial budaya di mana individu sebagai anggota sosial.

Menurut RogersPengertian Moral adalah aspek kepribadian yang diperlukan seseorang dalam kaitannya dengan kehidupan sosial secara harmonis, seimbang dan adil. Perilaku moral ini diperlukan demi terwujudnya kehidupan yang damai penuh keteraturan, keharmonisan dan ketertiban.

Menurut Kohlberg, penilaian dan perbuatan moral pada intinya bersifat rasional. Keputusan dari moral ini bukanlah soal perasaan atau nilai, malainkan selalu mengandung suatu tafsiran kognitif terhadap keadaan dilema moral dan bersifat konstruksi kognitif yang bersifat aktif terhadap titik pandang masing-masing individu sambil mempertimbangkan segala macam tuntutan, kewajiban, hak dan keterlibatan setiap pribadi terhadap sesuatu yang baik dan juga adil. kesemuanya ini merupakan tindakan kognitif.

Kohlberg juga mengatakan bahwa terdapat pertimbangan moral yang sesuai dengan pandangan formal harus diuraikan dan yang biasanya digunakan remaja untuk mempertanggungjawabkan perbuatan moralnya.

Kolhberg juga membenarkan gagasan Jean Piaget yang mengatakan bahwa pada masa remaja sekitar umur 16 tahun telah mencapai tahap tertinggi dalam proses pertimbangan moral. Adanya kesejajaran antara perkembangan kognitif dengan perkembangan moral dapat dilihat pada masa remaja yang mencapai tahap tertinggi dari perkembangan moral, yang kemudian ditandai dengan kemampuan remaja menerapkan prinsip keadilan universal pada penilaian moralnya.

Tahap-tahap perkembangan moral menurut John Dewey, yaitu :

  1. Tahap pramoral, ditandai bahwa anak belum menyadari keterikatannya pada aturan.
  2. Tahap konvensional, ditandai dengan berkembangnya kesadaran akan ketaatan pada kekuasaan.
  3. Tahap otonom, ditandai dengan berkembangnya keterikatan pada aturan yang didasarkan pada resiprositas.
Adapun tahap-tahap perkembangan moral yang sangat terkenal adalah yang dikemukakan oleh Lawrence E Kohlberg. Tahap-tahap berkembangan moral tersebut, yaitu :

  1. Tingkat Prakonvensional yaitu tahap perkembangan moral yang aturan-aturan dan ungkapan-ungkapan moral masih ditafsirkan oleh individu atau anak berdasarkan akibat fisik yang akan diterimanya, baik itu berupa sesuatu yang menyakitkan atau kenikmatan. Pada tingkat ini terdapat dua tahap, yaitu tahap orientasi hukuman dan kepatuhan serta orientasi relativitas instrumental.
  2. Tingkat Konvensional ialah tahap perkembangan moral yang aturan-aturan dan ungkapan-ungkapan moral dipatuhi atas dasar menuruti harapan keluarga, kelompok atau masyarakat. Pada tingkat ini terdapat juga dua tahap, yaitu tahap orientasi kesepakatan antara pribadi atau disebut "orientasi anak manis" serta tahap orientasi hukum atau ketertiban.
  3. Tingkat Pascakonvensional adalah tahap perkembangan moral yang aturan-aturan dan ungkapan-ungkapan moral dirumuskan secara jelas berdasarkan nilai-nilai dan prinsip moral yang memiliki keabsahan dan dapat diterapkan, hal ini terlepas dari otoritas kelompok atau orang yang berpegangan pada prinsip tersebut dan terlepas pula dari identifikasi diri dengan kelompok tersebut. Pada tingkatan ini terdapat dua tahap, yaitu tahap orientasi kontrak sosial legalitas dan tahap orientasi prinsip etika universal.
Sekian pembahasan mengenai pengertian moral dan tahap perkembangan moral, bermanfaat.

Sumber :  

- Mohammad Ali dan Mohammad Asrori, 2010. Judul : Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta Dididik). Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta.
Gambar
Pengertian Moral dan Tahap Perkembangan Moral

Tuesday, 12 May 2015

Pengertian Psikologi Klinis Menurut Para Ahli

|Pengertian Psikologi Klinis Menurut Para Ahli|

| Psikologi Klinis | Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai pengertian psikologi klinis menurut para ahli. Tentu kita bertanya apakah itu psikologi klinis ?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka di bawah ini akan dibahas mengenai pengertian psikologi klinis secara terperinci.

Pengertian Psikologi Klinis Menurut Para Ahli, sebagai berikut :

Pengertian Psikologi Klinis Menurut J.H.Resinck adalah bidang dalam psikologi yang meliputi riset, pelayanan dan pengajaran yang relevan dengan prinsip-prinsip, metode-metode dan prosedur aplikasi untuk memahami, meduga dan mengurangi maladjustmen, ketidaknyamanan dan ketidakmampuan, diterapkan pada populasi klien untuk rentang yang luas.

Menurut WitmerPengertian Psikologi Klinis ialah metode yang digunakan untuk mengubah atau mengembangkan jiwa seseorang berdasarkan hasil observasi dan eksperimen dengan menggunakan teknik penanganan pedagosis.

Corsini mengatakan bahwa Pengertian Psikologi Klinis merupakan cabang psikologi yang bersifat spesialis dalam studi, prevensi, diagnosis dan penanganan gangguan-gangguan perilaku dan gangguan mental dan tekanan-tekanan mental yang negatif.

Pengertian Psikologi Klinis Menurut American Psychological Association Clinical Section adalah suatu wujud psikologi terapan yang bermaksud memahami kapasitas perilaku dan karakteristik individu yang dilaksanakan melalui metode pengukuran, analisis dan pemberian saran serta rekomendasi agar individu mampu melakukan penyesuaian diri secara patut.

Dari pengertian psikologi klinis yang diungkapkan para ahli diatas, dapat disimpuLkan bahwa Pengertian Psikologi Klinis adalah cabang dari psikologi yang bersifat spesifik, dimana bertujuan untuk memahami periliaku individu yang dilaksanakan melalui metode pengukuran, analisis serta pemberian saran dan rekomendasi agar individu mampu melakukan penyesuaian.

Ada beberapa ciri atau sifat yang terdapat pada Psikologi Klinis, yaitu :
  1. Memiliki orientasi ilmiah-profesional. Yang dimaksudkan dalam hal ini ialah adanya ciri berupa penggunaan kaidah psikologi dan metode ilmu, dalam pemberian bantuan terhadap individu yang menderita masalah-masalah psikologis melalui intervensi dan evaluasi psikologis.
  2. Menampilkan kompetensi psikolog, sebab psikolog klinis terlatih di dalam menggunakan petunjuk dan pengetahuan psikologi dalam kerja profesionalnya.
  3. Menampilkan kompetensi klinikus, karena berusaha mengerti orang lain dalam kompleksitas alamiah dan transformasi adaptif secara berkelanjutan.
  4. Ilmiah, karena penggunaan metode ilmiah untuk mencapai presisi dan objektivitas untuk setiap individu yang ditanganinya.
  5. Profesional, karena dalam hal ini lebih menyumbangkan pelayanan kemanusiaan yang penting bagi individual, komunitas dan kelompok sosial untuk memecahkan masalah psikososial dan meningkatkan kualitas hidup.
Sekian pembahasan mengenai pengertian psikologi klinis menurut para ahli, semoga tulisan saya mengenai pengertian psikologi klinis menurut para ahli dapat bermanfaat.

Sumber :

- Sutardjo A. Wiramihardja, 2007. Pengantar Psikologi Klinis. Yang menerbitkan PT Refika Aditama : Bandung.



Gambar : Pengertian Psikologi Klinis

Apa itu Pengertian Perilaku Menyimpang ?

|Apa itu Pengertian Perilaku Menyimpang ?|

Mengenai pengertian perilaku menyimpang akan dibahas di bawah ini.

Pengertian Perilaku Menyimpang Menurut Para Ahli, sebagai berikut :

Pengertian Perilaku Menyimpang menurut James W. Van Der Zanden adalah perilaku yang sebagian besar orang menganggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.

Menurut Robert M. Z. LawangPengertian Perilaku Menyimpang ialah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.

Menurut jenisnya, terdapat dua kategori dari perilaku menyimpang, yaitu penyimpangan primer dan sekunder.

Penyimpangan Primer (primary deviation) merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang, tetapi pelaku masih dapat diterima dalam masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, dimana tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Contoh dari perilaku menyimpang primer :
a. menunggu iuran listrik, telepon dan KPR,
b. melanggar rambu-rambu lalu lintas,
c. ngebut di jalanan.

Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) yaitu penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang. Pelaku tersebut didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. Penyimpangan ini tidak dapat ditolerir oleh masyarakat. Contoh dari perilaku menyimpang sekunder :
a. pemabuk, pengguna obat-obatan terlarang;
b. pemerkosa, pelacuran;
c. pembunuh, perampok dan penjudi.

Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar mapun tidak sadar pernah kita alami atau kita lakukan. Suatu penyimpangan sosial dapat terjadi dimana saja dan dilakukan oleh siapa saja. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi, besar kecil, dalam skala luas atau sempit, akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat. Dengan kata lain, penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat.

Menurut Casare LombrosoPerilaku Menyimpang disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut :

Biologis, misalnya orang lahir sebagai pencopet atau pembangkang. Ia membuat penjelasan mengenai "si penjahat yang sejak lahir". Berdasarkan ciri-ciri tersebut, maka seseorang dapat diidentifikasi menjadi penjahat atau tidak. Ciri-ciri fisik tersebut yaitu bentuk muka, kedua alis yang menyambung menjadi satu dan sebagainya.

Psikologis, menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan. Dapat juga disebabkan karena pengalaman traumatis yang dialami seseorang.

Sosiologis, menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat. Seseorang tidak dapat menyerap norma-norma kultural budayanya dan individu yang menyimpang harus belajar cara melakukan penyimpangan.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian perilaku menyimpang menurut para ahli, semoga tulisan saya mengenai pengertian perilaku menyimpang menurut para ahli dapat bermanfaat.

Sumber :

Hendra Akhdhiat, 2011. Psikologi Hukum. Penerbit CV Pustaka Setia : Bandung.
Gambar Pengertian Perilaku Menyimpang