Temukan Artikel Dan Pengertian Berbagai Bidang Ilmu Di Website Ini.

Showing posts with label Penelitian. Show all posts
Showing posts with label Penelitian. Show all posts

Saturday, 27 February 2016

Pengertian Rated Activity Sampling

Pengertian Rated Activity Sampling - Rated Activity Sampling adalah suatu teknik pengumpulan informasi dimana sejumlah besar pengamatan yang dibuat selama periode mesin, proses, atau pekerja. Mencatat setiap kegiatan yang terjadi pada proyek, presentase observasi yang tercatat untuk aktivitas tertentu memungkinkan selama total waktu ini kegiatan tersebut diperkirakan terjadi.

Teknik ini digunakan untuk menjadi lebih tepat, tergantung pada perhitungan jumlah pengamatan yang diperlukan untuk memberikan data statistic yang valid (Jones, 2008). 

Rated Activity Sampling adalah suatu teknik pengumpulan informasi di lapangan dimana informasi yang dihasilkan tidak hanya dapat diperoleh dengan cepat dan ekonomis, tetapi juga memiliki keakuratan yang dapat dipercaya. 

Rated activity sampling dapat digunakan sebagai alat dalam menentukan tingkat keproduktivan suatu kegiatan pada kondisi lapangan proyek konstruksi yang berbeda-beda. Dalam activity sampling, setiap kegiatan dalam suatu pekerjaan dilakukan pendataan secara mendetail sehingga dapat diketahui dengan mudah keefektivan dari pekerja yang diamati (Santoso dan Chandra, 2006).




Sekian uraian tentang Pengertian Rated Activity Sampling, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Tuesday, 23 February 2016

Pengertian Karya Ilmiah Menurut Para Ahli

Pengertian Karya Ilmiah - Karya Ilmiah/Karya Tulis Ilmiah (KTI) menurut Parlindungan Pardede adalah tulisan yang mengungkapkan buah pikiran, yang diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian, atau peninjauan terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu, dan yang isi dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. (http://fkip.uki.ac.id/ index.php?view=article&catid=41:artikel&id=68 Diakses tanggal 25 Pebruari 2011).

Tidak jauh berbeda dengan Parlindungan Pardede, Halda Aditya mengemukakan bahwa artikel ilmiah merupakan tulisan yang berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau hasil penelitian yang disajikan bagi masyarakat ilmiah tertentu, yang merupakan audiens khusus dengan tujuan menyampaikan hasil kajian dan kontribusi penulis artikel kepada mereka untuk dipikirkan, dikaji kembali, dan diperdebatkan, baik secara lisan ataupun secara tertulis (http://haldaaditya.blogspot.com/2007/11/menulis-artikel-ilmiah-episode- 1.html Diakses tanggal 24 Maret 2011).

Kemudian, Anne Ahira memberikan pengertian tentang artikel ilmiah sebagai karangan (atau karya tulis, penulis) yang memuat data dan fakta yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan, peninjauan dan disampaikan secara runtut sesuai dengan metode penulisan karya ilmiah yang baku (http://www.anneahira.com/menulis-artikel-ilmiah.htm diakses tanggal 24 Maret 2011). Pengertian karya ilmiah atau karya tulis ilmiah (KTI) dapat berupa hasil penelitian, pengkajian atau pengamatan, survei dan atau evaluasi di bidang tertentu. KTI dapat berupa: (a) buku pelajaran, diktat, (b) skripsi, tesis, disertasi, (c) tinjauan, gagasan, atau ulasan ilmiah yang disampaikan sebagai prasaran dalam pertemuan ilmiah (http://jeperis. wordpress.com2009/02/05/ penulisan-karya-tulis-ilmiah/ diakses tanggal 25 Pebruari 2011).


Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal ilmiah atau buku kumpulan artikel ilmiah yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian maupun gagasan ilmiah (review). Hasil penelitian ataupun gagasan/pemikiran ilmiah akan lebih bermanfaat apabila telah diaplikasikan ataupun disampaikan kepada publik. Jurnal ilmiah merupakan suatu sarana yang efektif untuk mempublikasikan hasil penelitian bagi kalangan yang lebih luas atau publik (http://s2biounsoed.edublogs.org/files/ 2009/08/Pedoman-Penulisan-UsulPenelitian-Tesis-dan-Artikel-Ilmiah-final-2009.pdf diakses tanggal 24 Maret 2011).

Batasan lain tentang artikel ilmiah (scientific paper) sebagaimana yang terdapat pada Panduan Penulisan Karya Ilmiah Universitas Jenderal Soedirman adalah sebagai laporan tertulis dan dipublikasikan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Data, simpulan, dan informasi yang terkandung dalam artikel ilmiah dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya (http:// s2biounsoed.edublogs.org/files/2009/08/Pedoman-Penulisan-Usul-Penelitian-Tesis-danArtikel-Ilmiah-final-2009.pdf diakses tanggal 24 Maret 2011).

Berdasarkan berbagai pemikiran yang telah dikemukakan di atas, sebuah karya tulis ilmiah atau artikel ilmiah pada dasarnya ditandai setidak-tidaknya oleh (a) hasil penelitian atau kajian, (b) dilakukan oleh seorang atau tim, (c) penulisannya mengikuti kaidah atau tata cara ilmiah, dan (d) disajikan kepada publik melalui jurnal atau pertemuan ilmiah. Apabila artikel ilmiah yang ditulis akan diterbitkan melalui jurnal ilmiah, maka penulis artikel haruslah mengikuti format atau pedoman penulisan yang ditetapkan oleh pengelola jurnal ilmiah (http://s2biounsoed.edublogs.org/files/2009/ 08/Pedoman-Penulisan-Usul-PenelitianTesis-dan-Artikel-Ilmiah-final-2009.pdf. diaksea tanggal 24 Maret 2011).


Sekian uraian tentang Pengertian Karya Ilmiah Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Thursday, 18 February 2016

Pengertian Peta Konsep Menurut Para Ahli

Pengertian Peta konsep - Peta konsep dikembangkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970 yang didasarkan pada riset tentang bagaimana cara kerja otak sebenarnya. Peta konsep menggunakan pengingat-pengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan seperti peta jalan yang digunakan untuk belajar, mengorganisasikan, dan merencanakan.

Peta konsep merupakan cara kreatif bagi siswa secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran, atau merencanakan penelitian baru. Melalui pembuatan peta konsep, siswa akan menemukan kemudahan untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang akan direncanakan (Silberman, 2011: 200).

Buzan (2011: 98) menyatakan bahwa peta konsep adalah satu-satunya alat yang bisa diandalkan untuk membantu berpikir secara ekspansif dan kreatif manakala seseorang butuh untuk menghasilkan ide, merencanakan sesuatu dengan khas, atau menggugah imajinasi. Melalui peta konsep, daftar informasi yang panjang dapat dialihkan menjadi diagram warna-warni sangat teratur dan mudah diingat yang bekerja selaras dengan cara kerja alami otak dalam melakukan berbagai hal. Dengan peta konsep, setiap potong informasi baru yang kita masukkan ke otak kita otomatis dikaitkan ke semua informasi yang sudah ada (Buzan, 2011: 5).

Dari pemaparan ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa peta konsep merupakan cara yang dapat digunakan siswa secara individu untuk mengorganisasikan ide-ide, mencatat pelajaran, merencanakan suatu hal dengan khas, dan membantu berpikir kreatif. Melalui peta konsep, siswa dapat menyampaikan informasi yang dimiliki ke dalam tulisan secara terstruktur, runtut, dan terkonsep.

Manfaat Peta Konsep
Menurut Michalko (dalam Buzan, 2011: 6) manfaat dari penggunaan peta konsep antara lain akan membantu untuk mengaktifkan seluruh otak, membantu dalam membereskan akal dari kekusutan mental, memungkinkan untuk fokus dalam pokok bahasan, membantu menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang diperoleh, dan membantu mengisyaratkan kita untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentang sesuatu dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang.

Buzan (2011: 176) menyatakan peta konsep mendatangkan banyak manfaat. Peta konsep menghemat waktu, memungkinkan menyusun dan menjelaskan pikiran, menghasilkan ide-ide baru, melacak segalanya, memperbaiki ingatan dan konsentrasi, lebih merangsang otak, mudah dilihat serta dibaca. 

Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa peta konsep memberikan manfaat yang baik, antara lain, menghemat waktu, menghasilkan ide-ide, membantu kerja otak untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dimiliki dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang diperoleh. Selain itu, peta konsep membantu agar tetap fokus dengan pokok bahasan yang akan ditulis.


Sekian uraian tentang pengertian peta konsep menurut para ahli, semoga bermanfaat.

Wednesday, 17 February 2016

Pengertian, Tujuan, Cara Menyusun, Cara Penulisan Daftar Pustaka

Pengertian Daftar Pustaka - Daftar Pustaka adalah daftar semua tulisan baik yang telah dipublikasikan maupun yang belum dipublikasikan.
 
Tujuan Daftar Pustaka
  • Pembaca dapat mengetahui sumber-sumber yang telah digunakan dalam pembuatan karya ilmiah
  • Pembaca dapat memperkirakan kualitas pembahasan tulisan tersebut
  • Mengidentifikasi karya ilmiah itu sendiri.
Cara Menyusun Daftar Pustaka
  • Daftar pustaka tidak diberi nomor urut
  • Nama penulis diurutkan sesuai urutan abjad
  • Gelar penulis tidak dicantumkan
  • Diletakkan pada bagian terakhir dari tulisan
  • Masing-masing sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu spasi
  • Jarak masing-masing sumber bacaan dua spasi
  • Baris pertama diketik dengan garis tepi (margin) tanpa indensi, sedangkan baris-baris berikutnya digunakan indensi empat ketukan.
Cara Penulisan Daftar Pustaka
  • Sumber yang diambil dari artikel atau surat kabar harian
  • Sumber yang diambil dari artikel dalam majalah
  • Sumber yang diambil dari buku
  • Sumber yang didownload dengan nama pengarangnya
  • Sumber yang didownload tanpa nama pengarangnya.
Sumber yang diambil dari artikel atau surat kabar harian
Susunan :
  • Nama pengarang
  • Judul karangan
  • Nama surat kabar
  • Tanggal dan bulan
  • Tahun
  • Halaman
Contoh : Jahja,carmen.”pendidikan di indonesia”,duaipasatu,15 juli,2007,hal.10
 
Sumber yang diambil dari artikel dalam majalah 
Susunan :
  • Nama pengarang
  • Judul karangan
  • Nama majalah
  • Nomor jilid : nomor halaman
  • Bulan
  • Tahun
Contoh : Jahja,carmen.”indonesia bersatu,”duaipasatu,10:16,juli,2007.
 
Sumber yang diambil dari buku
Susunan:
  • Nama pengarang
  • Tahun terbit
  • Judul buku
  • Tempat terbit
  • Nama penerbit
Contoh : Jahja,carmen.2007.dwiwarna.jakarta:duaipasatu.
 
Sumber yang download dengan nama pengarangnya
Susunan :
  • Nama pengarang
  • Judul karangan
  • Alamat website
  • Waktu didownload
contoh : Jahja,carmen.” pendidikan”. www.duaipasatu.com. didownload 15 juli 2007
 
Sumber yang didownload download tanpa nama pengarangnya
Susunan :
  • Alamat website
  • Judul karangan
  • Waktu didownload
Contoh : www.duaipasatu.com .“imajinasi”. didownload15 juli 2007.


Sekian uraian tentang Pengertian, Tujuan, Cara Menyusun, Cara Penulisan Daftar Pustaka, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Pengertian Abstrak

Pengertian Abstrak - Abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada tulisan ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Pada umumnya abstrak diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian.
Menurut sifatnya, abstrak dapat dibagi menjadi abstrak yang bersifat deskriptif yang dalam Bahasa Inggris disebut Abstract dan abstrak yang bersifat informatif. Abstrak informatif terbagi menjadi ringkasan (precise) dan ikhtisar (summary)
Dalam tulisan ilmiah yang disusun untuk memperoleh gelar lewat penelitian seperti skripsi, tesis dan disertasi, umumnya jenis abstrak yang digunakan adalah yang berwujud ringkasan, sedangkan ikhtisar lebih banyak digunakan pada tulisan ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk buku.


Sekian uraian tentang pengertian abstrak, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Tuesday, 2 February 2016

Pengertian Paradigma Menurut Para Ahli

Berikut ini akan dijelaskan pengertian paradigma menurut beberapa ahli.
 
Pengertian Paradigma Menurut Para Ahli:
Denzin & Lincoln (1994:105) mendefinisikan paradigma sebagai: “Basic belief system or worldview that guides the investigator, not only in choices of method but in ontologically and epistomologically fundamental ways.” Pengertian tersebut mengandung makna paradigma adalah sistem keyakinan dasar atau cara memandang dunia yang membimbing peneliti tidak hanya dalam memilih metoda tetapi juga cara-cara fundamental yang bersifat ontologis dan epistomologis.
 
Secara singkat, Denzin & Lincoln (1994:107) mendefinisikan “Paradigm as Basic Belief Systems Based on Ontological, Epistomological, and Methodological Assumptions.” Paradigma merupakan sistem keyakinan dasar berdasarkan asumsi ontologis, epistomologis, dan metodologi. 
 
Denzin & Lincoln (1994:107) menyatakan: “A paradigm may be viewed as a set of basic beliefs (or metaphysics) that deals with ultimates or first principle.” Suatu paradigma dapat dipandang sebagai seperangkat kepercayaan dasar (atau yang berada di balik fisik yaitu metafisik) yang bersifat pokok atau prinsip utama.
 
Sedangkan Guba (1990:18) menyatakan suatu paradigma dapat dicirikan oleh respon terhadap tiga pertanyaan mendasar yaitu pertanyaan ontologi, epistomologi, dan metodologi. 
 
Selanjutnya dijelaskan:
  1. Ontological: What is the nature of the “knowable?” or what is the nature of reality? Ontologi: Apakah hakikat dari sesuatu yang dapat diketahui? Atau apakah hakikat dari realitas? Secara lebih sederhana, ontologi dapat dikatakan mempertanyakan tentang hakikat suatu realitas, atau lebih konkret lagi, ontologi mempertanyakan hakikat suatu fenomena. 
  2. Epistomological: What is the nature of the relationship between the knower (the inquirer) and the known (or knowable)? Epistomologi: Apakah hakikat hubungan antara yang ingin mengetahui (peneliti) dengan apa yang dapat diketahui? Secara lebih sederhana dapat dikatakan epistomologi mempertanyakan mengapa peneliti ingin mengetahui realitas, atau lebih konkret lagi epistomologi mempertanyakan mengapa suatu fenomena terjadi atau dapat terjadi? 
  3. Methodological: How should the inquirer go about finding out knowledge? Metodologi: Bagaimana cara peneliti menemukan pengetahuan? Secara lebih sederhana dapat dikatakan metodologi mempertanyakan bagaimana cara peneliti menemukan pengetahuan, atau lebih konkret lagi metodologi mempertanyakan cara atau metoda apa yang digunakan oleh peneliti untuk menemukan pengetahuan?
Sedang Denzin & Lincoln (1994:108) menjelaskan ontologi, epistomologi, dan metodologi sebagai berikut:
  1. The ontological question: What is the form and nature of reality and, therefore, what is there that can be known about it? Pertanyaan ontologi: “Apakah bentuk dan hakikat realitas dan selanjutnya apa yang dapat diketahui tentangnya?” 
  2. The epistomological question: What is the nature of the relationship between the knower or would be-knower and what can be known? Pertanyaan epistomologi: “Apakah hakikat hubungan antara peneliti atau yang akan menjadi peneliti dan apa yang dapat diketahui.” 
  3. The methodological question: How can the inquirer (would-be knower) go about finding out whatever he or she believes can be known. Pertanyaan metodologi: “Bagaimana cara peneliti atau yang akan menjadi peneliti dapat menemukan sesuatu yang diyakini dapat diketahui.”

Sekian pengertian paradigma menurut para ahli, semoga artikel ini dapat bermanfaat..

Baca juga:

Tuesday, 19 January 2016

Pengertian Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

Penelitian Kualitatif - Secara teoritis format penelitian kualitatif berbeda dengan format penelitian kuantitatif. Perbedaan tersebut terletak pada kesulitan dalam membuat desain penelitian kualitatif, karena pada umumnya penelitian kualitatif yang tidak berpola.
 
Format desain penelitian kualitatif terdiri dari tiga model, yaitu format deskriptif, format verifikasi, dan format grounded research. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif, yaitu penelitian yang memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi (Koentjaraningrat, 1993:89).

Selanjutnya peneliti akan memberikan gambaran dengan secara cermat tentang fenomena yang terjadi mengenai bagaimana pemberian motivasi Kepala UPT Perpustakaan IAIN Surakarta dapat meningkatkan prestasi kerja pustakawan di UPT Perpustakaan IAIN Surakarta.
 
 
Selanjutnya penelitian kualitatif menurut Moleong (2007:6) adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
 
 
Menurut Bogdan dan Taylor (1975) yang dikutip oleh Moleong (2007:4) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
 
 
Selanjutnya dijelaskan oleh David Williams (1995) seperti yang dikutip Moleong (2007:5) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah.
 
 
Penelitian kualitatif bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti. Penelitian kualitatif berhubungan dengan ide, persepsi, pendapat atau kepercayaan orang yang diteliti dan kesemuanya tidak dapat diukur dengan angka.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian penelitian kualitatif menurut para ahli, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terimakasih...

Baca juga:

Wednesday, 13 January 2016

Pengertian Populasi Dan Sampel Serta Teknik Sampling

Pengertian atau definisi populasi
Populasi adalah merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Itulah definisi populasi dalam penelitian.
 
 
Populasi di sini maksudnya bukan hanya orang atau makhluk hidup, akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya. Populasi juga bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek tersebut. Bahkan satu orangpun bisa digunakan sebagai populasi, karena satu orang tersebut memiliki berbagai karakteristik, misalnya seperti gaya bicara, disiplin, pribadi, hobi, dan lain sebagainya.
 
 
Di bawah ini beberapa pengertian populasi menurut para ahli:
  • Menurut, Ismiyanto – populasi adalah keseluruhan subjek atau totalitas subjek penelitian yang dapat berupa; orang, benda, / suatu hal yang di dalamnya dapat diperoleh dan atau dapat memberikan informasi (data) penelitian. 
  • Sedangkan Arikunto – Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. 
  • Dan menurut Sugiyono – Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas, obyek/subjek yang mempunyai kuantitas & karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
 
Pengertian Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Jika populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari seluruh yang ada di populasi, hal seperti ini dikarenakan adanya keterbatasan dana atau biaya, tenaga dan waktu, maka oleh sebab itu peneliti dapat memakai sampel yang diambil dari populasi. Sampel yang akan diambil dari populasi tersebut harus betul-betul representatif atau dapat mewakili.
 
 
Cara atau teknik pengambilan sampling
Teknik Sampling yaitu merupakan teknik pengambilan sampel. Terdapat berbagai macam teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan dipakai dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya bisa dikelompokkan menjadi 2 (dua) maca yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. berikut dibawah ini penjelasannya:
 
Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, tekhnik ini terdiri atas:
  • Simple random sampling: dikatakan simple atau sederhana sebab pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak, tanpa memperhatikan strata yang terdapat dalam populasi tersebut. Cara ini dapat lakukan jika anggota populasi dianggap homogen. 
  • Dispropotionate Stratified Random Sampling: Suatu teknik yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel, jika populasi berstrata tetapi kurang proporsional. 
  • Proportionate stratified random sampling: salah satu teknik yang digunakan jika populasi mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen serta berstrata secara proporsional. 
  • Area sampling (Cluster sampling): Teknik sampling daerah dipakai untuk menentukan sampel jika objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, seperti misalnya penduduk dari suatu negara, provinsi atau dari suatu kabupaten.
 
Non probability sampling adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel, teknik ini terdiri atas:
 
  • Sampling Sistematis: suatu teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
  • Sampling Kuota: Teknik untuk menentukan sampel yang berasal dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Seperti misalnya, jumlah sampel laki-laki sebanyak 70 orang maka sampel perempuan juga sebanyak 70 orang. 
  • Sampling aksidental: Sauatu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dipakai sebagai sampel, jika dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok untuk dijadikan sebagai sumber data. 
  • Purposive Sampling: Suatu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu atau sleksi khusus. Seperti misalnya misalnya, kamu meneliti kriminalitas di Kota atau daerah tertentu, maka kamu mengambil informan yaitu Kapolresta kota atau daerah tersebut, seorang pelaku kriminal dan seorang korban kriminal yang ada di kota tersebut. 
  • Sampling Jenuh: Suatu teknik penentuan sampel jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering sekali dilakukan jika jumlah populasi relatif kecil atau sedikit, yaitu kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang relatif kecil. 
  • Smpling Snowball: Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil atau sedikit, lalu kemudian membesar. Atau sampel berdasarkan penelusuran dari sampel yang sebelumnya.
Seperti misalnya, penelitian mengenai kasus korupsi bahwa sumber informan pertama mengarah kepada informan kedua lalu informn seterusnya.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian pupulasi dan sample, dan semoga artikel ini dapat bermanfaat...

Wednesday, 18 November 2015

Pengertian Studi Kepustakaan

|Pengertian Studi Kepustakaan| Studi kepustakaan dapat berbentuk kajian teoritis yang pembahasannya difokuskan pada informasi sekitar permasalahan penelitian yang hendak dipecahkan. 
 
Ada beberapa macam sumber informasi yang dapat digunakan peneliti sebagai bahan studi kepustakaan, di antaranya, sebagai berikut.
  1. Jurnal Penelitian : Dalam jurnal ini, beberapa hasil penelitian terpilih diterbitkan sehingga dapat digunakan sebagai acuan bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang baru.
  2. Buku : Buku merupakan sumber informasi yang sangat penting karena sebagian bidang ilmu yang erat kaitannya dengan penelitian diwujudkan dalam bentuk buku yang ditulis oleh seorang penulis yang berkompeten di bidang ilmunya.
  3. Surat Kabar dan Majalah : Media cetak ini merupakan sumber pustaka yang cukup baik dan mudah diperoleh di mana-mana.
  4. Internet : Kemajuan teknologi membawa dampak yang sangat signifikan di bidang informasi. Para peneliti dapat langsung mengakses internet dan mendapatkan informasi yang diinginkan dari berbagai negara dengan sangat cepat.
 
 Gambar
Pengertian Studi Kepustakaan

Semoga Bermanfaat..!

Sunday, 15 November 2015

Pengertian Variabel Moderator

|Variabel Moderator| adalah variabel yang mempengaruhi (Memperkuat dan Memperlemah) hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat.
 
Variabel Moderator disebut juga Variabel Independen Kedua.

Contoh hubungan Variabel Independen – Moderator – Dependen :Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan dosen dalam menciptakan iklim/lingkungan belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan dosen kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.

 
Gambar
Hubungan Variabel Independen - Moderator - Dependen

Pengertian Variabel Dependen

|Variabel Dependen| Sering disebut sebagai Variabel Out Put, Kriteria, Konsekuen, Variabel Efek, Variabel Terpengaruh, Variabel Terikat atau Variabel Tergantung. 
 
Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Indogen.
 
Variabel Terikat merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Disebut Variabel Terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas/variabel independent.
 
Contoh :
“Pengaruh Therapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan…”

 
Gambar
Pengertian Variabel Dependen

Pengertian Variabel Independen

|Variabel Independen| Variable ini sering disebut sebagai Variabel Stimulus, Predictor, Antecedent, Variabel Pengaruh, Variabel Perlakuan, Kausa, Treatment, Risiko, atau Variable Bebas.
 
Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Eksogen. Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat). Dinamakan sebagai Variabel Bebas karena bebas dalam mempengaruhi variabel lain. 
 
Contoh : “Pengaruh Therapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan”
 

 
Gambar
Pengertian Variabel Independen


Pengertian Variabel Menurut Para Ahli

|Variabel Penelitian| pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2007) 
 
Secara Teoritis, para ahli telah mendefinisikan Variable sebagai berikut : 
Hatch & Farhady (1981) Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. 
 
Kerlinger (1973)
  • Variable adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Misalnya : tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status social, jenis kelamin, golongan gaji, produktifitas kerja, dll.
  • Variable dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian, Variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. 
Kidder (1981)
Variable adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.

Bhisma Murti (1996) Variable didefinisikan sebagai fenomena yang mempunyai variasi nilai. Variasi nilai itu bisa diukur secara kualitatif atau kuantitatif.
 
Sudigdo SastroasmoroVariable merupakan karakteristik subyek penelitian yang berubah dari satu subyek ke subyek lainnya.

Dr. Ahmad Watik Pratiknya (2007)Variable adalah Konsep yang mempunyai variabilitas. Sedangkan Konsep adalah penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu. Konsep yang berupa apapun, asal mempunyai ciri yang bervariasi, maka dapat disebut sebagai variable. Dengan demikian, variable dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang bervariasi.

Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002)
  • Variable mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh anggota – anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain.
  • Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu.
  • Misalnya : umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan, penyakit,
Berdasarkan pengertian – pengertian di atas, maka dapat dirumuskan definisi Variabel Penelitian adalah : Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.

 
Gambar
Pengertian Variabel

Saturday, 14 November 2015

Pengertian Dan Hakikat Metode Ilmiah

|Pembahasan Mengenai Pengertian Dan Hakikat Metode Ilmiah|
Metode Penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapat kan data dengan tujuan  dan kegunaan tertentu. Pada dasarnya penelitian dia dakan untuk membuktikan suatu  kebenaran dengan cara tertenetu dan sesuai dengan aturan yang ada sehingga dapat diterima. Dan pada dasarnya manusia mempunyai sifat ingin tahu akan suatu hal yang ada. Dan cara pembuktiannya dengan menggunakan metode penelitian. Dalam pelaksanaan suatu metode penelitian dibutuhkan cara atau pelaksanaan kegiatan yang tepat sesuai aturan yang ada. Dan yang paling penting harus paham betul mengenai metode penelitian yang baik dan benar. Bukan hanya sekedar melaksanakan kegiatan dalam pengujian kebenaran akan tetapi tidak paham mengenai penelitian itu sendiri. 
|Pengertian| 
Metode penelitian terdiri dari dua kata yaitu “ metode” dan “penelitian”. berikut ini penjelasan arti kata tersebut. 
a. Metode
Kata metode berasal dari bahasa yunani yaitu methodos yang artinya cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Ada beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian metode, antara lain : 
  1. Sulistyo, Basuki (2010 : 92): Metode adalah setiap prosedur yang digunakan untukmencapi tujuan akhir.
  2. Cholid Narbuko dan Abu Achmadi (2007 : 1) : Metode adalah cara yang tepat untuk melakukan sesuatu.
  3. Titus : Metode adalah rangkaian cara dan langkah yang tertib dan terpola untuk menegaskan bidang keilmuan.
  4. Drs. Agus M. Hardjana : Metode adalah cara yang sudah dipikirkan masak – masak dan dilakukan dengan mengikutilangkah – langkah tertentu guna mencapai tujuan yang hendak dicapai.
  5. Rosdy Ruslan : Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subyek atau objek penelitian sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahanya.
b. Penelitian 
Penelitian atau juga bisa disebut research yang berasal dari kata re dan to search adalah mencari kembali karena sebelumnya sudah ada (meneliti kembali atau menyimpulkan kembali) yang sebelumnya ada prosenya yang tujuan untuk mendapatkan data dengan tujuan serta kegunaan tertentu. 
|Pendapat beberapa ahli mengenai arti kata penelitian :|
  1. Suharsimi Arikunto (2010 : 1) : Penelitian adalah suatu kegiatan monopoli para ahli.
  2. Sulistyo dan Basuki ( 2010 : 20 ) : Penelitian adalah penyidikan khusus berencana, dan berstruktur terhadap pengetahuan.
  3. Drs. Cholid Narbuko dan Drs. H. Abu Achmad ( 2007 :1 ) : Penelitian merupakan suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya.
  4. Dr. Saifuddin Azwar, MA ( 2009 : 1 ) : Peneliian merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan.
  5. Prof. Dr Nana Syaodih Sukmadinata ( 2010 : 5 ) : Penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumlan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu.
c. Metode penelitian
|Pendapat beberapa ahli mengenai pengertian metode i lmiah diantaranya :|

  1. Nasir ( 1988 : 51) : Metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan.
  2. Sugiyono ( 2004 : 1 ) : Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
  3. Winarno (1994) : Metode penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan teknik yang teliti dan sistematik.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu atau cara dalam mendapatkan suatu tujuan atau dalam membuktikan suatu kebenaran yang lebih mengarah pada cara ilmiah.  


|Hakikat Penelitian Ilmiah| 
Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik dan obyektif untuk mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsip – prinsipnya yang mendasar dan berlaku umum (teori) mengenai masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan, berpedoman pada berbagai informasi (yang terwujud sebagai teori – teori) yang telah dihasilkan dalam penelitian – penelitian terdahulu, dan tujuanya adalah untuk menambah atau menyempurnakan teori yang telah ada mengenai masalah yang menjadi sasaran kajian. Penelitian ilmiah dilakukan dengan berlandaskan pada metode ilmiah dan mengikuti cara – cara ilmiah yang telah ditentukan serta dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan bukan secara kebetulan dan lebih menggunakan penalaran atau aplikasi berfikir deduktif dan induktif. 
|Cara ilmiah sendiri menurut Sulistyo Basuki (2010) meliputi :|
  1. Bebas dari sentimen pribadi, obyektif
  2. Terbuka, dapat diulang oleh ilmuan lain dengan metode yang sama
  3. Rasa ingin tahu
  4. Menghargai karya orang lain
  5. Mempertahankan kebenaran
  6. Kritis
  7. Menjangkau ke masa depan 
Selain itu penelitian ilmiah dikatakan ilmiah jika dalam kegiataanya didasarkan pada karateristik keilmuan yaitu :
  1. Rasional : Penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penlaran manusia.
  2. Empiris : Menggunakan cara- cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera manusia.
  3. Sistematis : Menggunakan proses dengan langkah – langkah tertentu yang bersifat logis.
Ciri penelitian ilmiah menurut Sulistyo Basuki adalah :
  1. Penelitian ilmiah berdasarkan keyakinan bahwa setiap fenomena yang kasat mata dapat dijelaskan secara ilmiah. Maksudnya bahwaalam semesta merupakan kosmos yang teratur, di dalamnya selalu ada sebab akibat. Jika manusia primitif menjelaskan sesuatu yang mereka lihat atau dengar selalu dikaitkan dengan campur tangan dewa atau kekuatan lain, sedangkan manusia modern menekankan pada sebab- sebab ilmiah. Walaupun masih banyak hal yang belum dijelaskan secar ilmiah, manusia berhasil menerapkan asumsi metode ilmiah
  2. Penelitian ilmiah menolak kebenaran berdasarkan kewibawaan, mengantinya dengan pendapat bahwa sesuatu itu sahih bilamana ada bukti yang mendukungnya. Penelitian tidak mengandalkan pendapat orang tua kecuali bila telah dibuktikan dengan fakta. 
Tujuan penelitian ilmiah dapat dibedakan menjadi dua tujuan antar lain :
1. Tujuan penelitian ilmiah secara umum
  1. Untuk memperoleh informasi : Penelitian ilmiah biasanya akan berhubungan dengan informasi atau data yang masih baru dilihat dari aspek sipeneliti. Yaitu fak ta baru diungkap dan disusun secar sisteatis.
  2. Untuk mengembangkan dan menjelaskan : Dengan melakukan pengembangan dan usaha menjelaskan melalui teori yang didukung fakta – fakta penunjang.
  3. Untuk menerangkan, memprediksi dan mengontrol suatu perubahan : Dengan meneliti akan dapat menerangkan keterkaiatan variabel yang ada.
2. Tujuan penelitian ilmiah secara khusus
  1. Mendeskripsikan fenomena : Mempeorleh pengetahuan yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu fenomena.
  2. Menjelaskan hubungan : Berusaha untuk menjelaskan hubungan antara fenomena terutama hubungan sebab akibat
  3. Meramalkan fenomena yang akan terjadi : Penjelasan hubungan sebab akibat sangat berguna membuat generalisasi yang berlaku dan bisa juga menguji kebenaran.
Fungsi penelitian ilmiah

  1. Sebagai cara untuk mengembangkan ilmu pengetahuan baik berupa temuan baru, pengembangan ilmu atau teori yang ada maupun koreks i terhadap ilmu atau teori yang telah usang.
  2. Sebagai cara untuk pengembangan teknologi
  3. Sebagai penyumbang informasi bagi pengambilan kebijakan dan perencaanaan program pembangunan
  4. Sebagai alat pemecahan masalah praktis di lapangan
  5. Menemukan sesuatu yang baru
  6. Walaupun banyak cara untuk menemukan informasi atau karya baru dalam dunia pengetahuan penemuan yang dilakukan melalui sesuatu kegiatan penelitian adalah hasil yang andal dan mendapat pengakuan dari kalangan ilmuan
  7. Menemukan permasalahan penelitian.
  8. Untuk mengenal dan memilih penelitian permasalahan diperlukan kejelian dan penggunaan kriteria yang baik dari para peneliti. 
|Peran Metode Ilmiah Dalam Pengembangan Ilmu| 

Suatu ilmu pengetahuan tidak dapat berkembang dengan sendirinya akan tetapi dapat berkembang jika adanya suatu metode ilmiah. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan upaya untuk merumuskan permasalahan, mengajukan pertanyaan – pertanyaan dan mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan jalan menemukan fakta-fakta secara ilmiah tana adanya rekayasa di dalamnya dan memberikan penafsirannya yang benar, serta dengan adanya metode ilmiah yang dilakukan bertujuan untuk memperbarui ilmu pengetahuan yang sudah ada. Metode ilmiah sendiri dalam memperoleh kebenaran dala ilmu pengetahuan dibangun diatas teori tertentu. 
Pendapat Cholid Narbuko dan Abu Achmadi (2007) berpendapat bahwa ilmu pengetahuan sendiri memiliki tiga sifat utama yaitu :
  1. Sikap ilmiah
  2. Metode ilmiah
  3. Tersusun secara sistematis dan runtut
Sikap ilmiah menuntut orang untuk berfikir dengan sikap tertentu. Dari sikap tersebut orang dituntut dengan cara tertentu untuk menghasilkan ilmu pengetahuan. Selanjutnya cara tertentu itu disebut metode ilmiah. Jadi dengan sikap ilmiah dan metode ilmiah diharapkan dapat menyusun ilmu pengetahuan secara sistematik dan runtun. Secara garis besar keduanya mempunyai peran atau tugas yang identik, tugas – tugas tersebut antara lain : 
  1. Menyandra ( diskripsi ) : Menggambarkan secara jelas daan cermat, hal – hal yang dipersoalkan.
  2. Menerangkan ( ekspansi ) : Menerangkan secara detil kondisi – kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa.
  3. Menyusun teori : Mencari dan merumuskan hukum – hukum, tata hubungan antara peristiwa yang satu dengan yang lain.
  4. Ramalan ( prediksi ) : Membuat prediksi ( ramalan ), estimasi ( taksiran ) dan proyeksi mengenai peristiwa yang bakal muncul bila keadaan itu didiamkan.
  5. Pengendalian ( kontrol ) : Melakukan tindakan – tindakan guna mengatasi keadaan atau gejala yang bakal muncul. 
Hasil dari suatu metode ilmiah dalam pengembangan ilmu sendiri mempunyai manfaat diantaranya :
  1. Dapat dijadikan peta yang menggambarkan tentang keadaan suatu obyek yang sekaligus melukiskan tentang kemampuan sumber daya, kemungkinan–kemungkinan yang ditemukan di dalam melaksanakan sesuatu.
  2. Dapat dijadikan sebagai sarana diagnosisdalam mencari sebab musabah kegagalan, sehingga dapat dengan mudah dicari upaya untuk menanggulanginya.
  3. Dapat dijadikan sarana untuk menyusun kebijaksanaan atau policy dalam menyusun strategi pengembangan selanjutnya.

Sumber :Narbuko Cholid, H. Abu Achmadi. 2007. Metodeologi Penelitian. Cet 8. Jakarta : Bumi Aksara.

 
Gambar
Pengertian Dan Hakikat Metode Ilmiah

Tuesday, 19 May 2015

Macam-Macam, Keuntungan Dan Kelemahan Kuisioner

|Pembahasan Mengenai Macam - macam, Keuntungan Dan Kelemahan Kuisioner|

 
Macam-Macam Kuisioner
1. Kuesioner tertutup
Setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai.

2. Kuesioner terbuka
Dimana tidak terdapat pilihan jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri.

3. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup
Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka.

4. Kuesioner semi terbuka
Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban.

Keuntungan Metode Kuisioner

  • Dalam waktu singkat diperoleh banyak keterangan.
  • Pengisiannya dapat dilakukan di kelas, siswa dapat menjawab sesuai dengan keadaannya tanpa dipengaruhi oleh orang lain. 
  • Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh, metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket.
  • Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak.
  • Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang sukar dijawab.\
  • Dengan angket responden dapat lebih leluasa menjawabnya dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa.
Kelemahan Metode Kuisioner
  • Responden tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena jawaban terbatas pada hal-hal yang ditanyakan. 
  • Responden dapat menjawab tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya jika dia menghendaki demikian.
  • Jawaban hanya mengungkap keadaan Responden pada saat angket diisi.
  • Apabila penelitian membutuhkan reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat.
  • Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan yang ada.
  • Jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin jawaban yang sudah diberikan di atas secara spontan dapat berubah setelah melihat pertanyaan dilain nomor.
  • Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari apakah sudah responden sudah terjawab atau belum. 
  • Ada kemungkinan terjadi respons yang salah dari responden. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan atau karena keragu-raguan responden menjawab. Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam teknik questioner

Sumber:
Alsa, Asmadi. 2004. Pendekatan kuantitatif & kualitatif serta kombinasinya dalam penelitian psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 
Gambar. Macam-Macam, Keuntungan Dan Kelamahan Kuisioner

Sekian uraian tentang Macam-Macam, Keuntungan Dan Kelamahan Kuisioner, semoga dapat bermanfaat.

Macam-macam, Manfaat, Obyek, Tahapan, Keuntungan Dan Kelemahan Observasi

|Pembahasan Mengenai Macam-macam|Manfaat| Obyek| Tahapan|Keuntungan|Kelemahan Observasi|
 
|Macam-Macam Observasi|
a. Observasi Partisipatif
Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diteliti. Klasifikasi menurut Sanafiah Faisal (1990)
  • Partisipasi Pasif : Peneliti mengamati tapi tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. 
  • Partisipasi Moderat: meneliti ikut observasi partisipatif pada beberapa beberapa kegiatan saja, tidak semua kegiatan.
  • Partisipasi Aktif : Peneliti ikut melakukan apa yang dilakukan narasumber, tapi belum sepenuhnya lengkap
  • Partisipasi Lengkap : Peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan narasumber
b. Observasi Terus Terang atau Tersamar
  • Peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang melakukan penelitian.
  • Suatu saat peneliti melakukan tidak berterus terang agar dapat mengetahui informasi yang dirahasiakan narasumber.
c. Observasi tak Berstruktur
  • Dilakukan dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum jelas
  • Apabila masalah sudah jelas, maka dapat dilakukan secara berstruktur dengan menggunakan pedoman observasi
|Manfaat Observasi|
Menurut Nasution (1996), peneneliti akan mampu memahami konteks data secara menyeluruh.; Peneliti akan memperoleh pengalaman langsung; peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang diamati oleh orang lain; peneliti dapat menemukan hal-hal yang tidak terungkap saat wawancara; peneliti dapat mengungkapkan hal-hal yang ada di luar persepsi responden; dan peneliti dapat memperoleh kesan-kesan pribadi terhadap obyek yang diteliti.
 
|Obyek Observasi|
  1. Space: Ruang dalam aspek fisiknya
  2. Actor: Orang yang terlibat dalam situasi sosial
  3. Activity: Seperangkat kegiatan yang dilakukan orang
  4. Object: Benda-benda yang terdapat di tempat itu
  5. Act: Perbuatan / Tindakan tertentu
  6. Event: Rangkaian aktivitas yang dikerjakan orang-orang
  7. Time: Urutan Kegiatan
  8. Goal: Tujuan yang ingin dicapai
  9. Feeling: Emosi yang dirasakan dan diekspresikan orang-orang
|Tahapan Observasi|
Observasi Deskriptif: Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas. Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua yang dilihat, semua yang didengar, dll.
Observasi Terfokus: Observasi dipersempit pada aspek tertentu
Observasi Terseleksi: Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan, sehingga diperoleh data yang lebih rinci, peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan dan persamaan antar kategori

|Keuntungan Metode Observasi|
  1. Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi, hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah.
  2. Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi, misalnya terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuisioner.
  3. Kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer.
  4. Banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain, yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian.
|Kelemahan Metode Observasi|
  1. Observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat.
  2. Kelemahan-kelemahan observer dalam pencatatan.
  3. Banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi, terutama yang menyangkut kehidupan peribadi yang sangat rahasia.
  4. Oberservasi sering menjumpai observee yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu bahwa ia sedang diobservasi.
  5. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi lingkungan tertentu, sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan.
  
Gambar. Macam-macam, Manfaat, Obyek, 
Tahapan, Keuntungan Dan Kelemahan Observasi

Monday, 11 May 2015

Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli

|Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli|

| Pengertian Penelitian | Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai pengertian penelitian menurut para pakar. Tentu kita bertanya apakah itu penelitian ?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka di bawah ini akan dibahas mengenai penelitian secara terperinci.

Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli, sebagai berikut :

Pengertian Penelitian Menurut Surachmad adalah kegiatan ilmiah mengumpulkan pengetahuan baru dari sumber-sumber primer, dengan penekanan tujuan pada penemuan prinsip-prinsip umum, serta memprediksi dengan melakukan peramalan generalisasi di luar sampel yang diselidiki.

Menurut Soetrisno HadiPengertian Penelitian ialah usaha untuk menemukan, menguji dan mengembangkan kebenaran suatu pengetahuan, usaha manakah yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.

Hill Way mengemukakan pendapatnya mengenai Pengertian Penelitian merupakan suatu metode studi yang bersifat hati-hati dan mendalam dari segala bentuk fakta yang dapat dipercaya atas masalah tertentu guna membuat pemecahan masalah tersebut.
    Dari pengertian penelitian yang diungkapkan para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah untuk menemukan, menguji dan mengembangkan kebenaran suatu pengetahuan atau masalah guna mencari pemecahan terhadap masalah tersebut. Dengan demikian dalam penelitian terdapat lima unsur yang perlu diperhatikan, sebagai berikut :


  1. Unsur ilmiah, adalah penggunaan ilmu pengetahuan dan langkah-langkah penelitian sebagai metode dari berpikir. Langkah-langkah penelitian yang dimaksud ialah mulai dari pernyataan masalah, pengumpulan data dan penyusunan hipotesis sampai dengan penarikan kesimpulan dan melaporkan hasilnya.
  2. Unsur penemuan, berarti berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang mengisi kekosongan atau kekurangan.
  3. Unsur pengembangan, berarti memperluas dan menganalisis lebih dalam apa yang telah ada. Dalam hal ini seseorang sudah pernah meneliti sesuatu objek tertentu, akan tetapi hasilnya belum memuaskan; sehingga hasil penelitian tersebut masih perlu dikembangkannya.
  4. Unsur pengujian kebenaran, ini diartikan sebagai mengetes hal-hal yang masih diragukan kebenarannya.
  5. Unsur pemecahan masalah, dalam hal ini dimaksudkan untuk membuat pemecahan apabila dalam penelitian didapat berbagai masalah.

  6. Menurut Hadari NawawiPengertian Metode Penelitian adalah ilmu yang membincangkan metode-metode ilmiah dalam menggali kebenaran pengetahuan, sedangkan menurut Sutrisno HadiPengertian Metode Penelitian ialah pelajaran yang memperbincangkan metode-metode ilmiah untuk suatu penelitian.

    Demikianlah pembahasan mengenai pengertian penelitian menurut para pakar, semoga tulisan saya ini mengenai pengertian penelitian menurut para pakar dapat bermanfaat.

    Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli :

    - Moh. Pabundu Tika, 2005. Metode Penelitian Geografi. Yang Menerbitkan PT Bumi Aksara : Jakarta.


    Gambar. Pengertian Penelitian Menurut Ahli