Temukan Artikel Dan Pengertian Berbagai Bidang Ilmu Di Website Ini.

Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Monday, 22 May 2017

Pengertian Bela Negara Menurut Para Ahli

Pengertian Bela Negara Menurut Para Ahli - Kali ini kita akan membahas tentang bela negara itu apa , pengertian , maksud dari bela negara ??

  1. Pengertian Bela Negara Menurut UU nomor 20 tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Pertahanan Keamanan Negara RI dalam Bab I Pasal 1 Ayat (2) mengatakan bahwa bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa, dan bernegara Indonesia serta keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara dan kerelaan untuk berkorban guna meniadakan ancaman baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, keutuhan wilayah dan yuridiksi nasional serta nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Menurut UU RI No. 56 Tahun 1999 tentang Rakyat Terlatih menjelaskan bahwa bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.
  3. Didalam UU N0.3 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara
Pengertian Bela Negara


Pengertian Bela Negara Menurut Para Ahli:
  1. Pengertian Bela Negara Menurut Ahli Darji Darmodiharjo, 1991: 67.Di Indonesia, pembelaan negara berlandaskan doktrin keamanan nasional dan berusaha menciptakan sistem pertahanan keamanan nasional yang mampu menyukseskan dan mengamankan perjuangan nasional pada umumnya.
  2. Pengertian Menurut Ahli Sunarso, 2008: 42 bela negara mengandung empat hal esensial yang harus dibela, yaitu: 1) kemerdekaan dan kedaulatan negara, 2) kesatuan dan persatuan bangsa, 3) keutuhan wilayah dan yuridiksi nasional, dan 4) nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
  3. Menurut Purnomo Yusgiantoro (2010, 39) membela bangsa dan negara bisa ditumbuhkan melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) karena bela negara merupakan sikap perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UU Dasar 1945 untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Sehingga untuk menumbuhka sikap bela negara bisa melalui suatu bentuk pelatihan yang berkala dan terus menerus. Hal tersebut agar pelatihan dalam penumbuhan sikap bela negara bisa berhasil secara maksimal.
  4. Menurut Ahli Sutarman, 2011: 82 bela negara ada 2 macam yaitu secara fisik dan non fisik .Bela negara fisik adalah bagi warga negara yang langsungmaju perang dengan memanggul senjata. Sedangkan bela negara non fisik adalah bela negara yang dilakukan oleh warga negara yang tidak langsung maju perang dengan angkat senjata, tetapi dilaksanakan melalui Pendidikan Kewarganegaraan dan pengabdian sesuai dengan profesinya masing-masing.

Sekian uraian tentang Pengertian Bela Negara menurut par ahli, semoga bermanfaat!

Baca juga:

Saturday, 21 January 2017

Pengertian Alur Menurut Para Ahli

Pengertian Alur - Alur atau plot merupakan urutan atau rangkaian kejadian atau peristiwa dalam suatu  karya fiksi yang memiliki tahapan-tahapan tertentu secara kronologis. 

Berikut ini diuraikan hakikat alur menurut para ahli. 
Menurut Aminudin alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalani suatu cerita bisa berbentuk dalam rangkaian peristiwa yang berbagai macam. Alur atau  Plot adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai sebuah interelasi fungsional yang sekaligus menandai urutan bagian-bagian dari keseluruhan fiksi (Semi).

Stanton (dalam Nurgiyantoro), mengemukakan bahwa plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan  terjadinya peristiwa yang lain.  

Sedangkan  menurut  Rusyana mengemukakan bahwa ”alur bukan sekedar urutan cerita dari A sampai Z, melainkan merupakan hubungan sebab-akibat peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain di dalam cerita”.

Foster (dalam Tuloli 2000) mengemukakan plot merupakan rentetan peristiwa dalam suatu fiksi (novel dan cerpen) tersusun dalam uraian waktu dan berdasarkan hukum sebab akibat. Plot sama dengan kerangka cerita, yang menjadi susunan stuktur cerita. 

Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa alur/plot adalah rangkaian peristiwa yang dihubungkan oleh sebab akibat peristiwa yang satu dengan yang lainnya dalam cerita.

Macam-Macam Alur
Firdausi membagi alur atau plot menjadi tujuh macam alur, ketujuh macam alur tersebut dapat diuraikan berikut ini:
  • Alur Maju (Progesi) adalah sebuah alur yang memiliki klimaks di akhir cerita dan merupakan jalinan/ rangkaian peristiwa dari masa kini ke masa lalu yang berjalan teratur dan berurutan sesuai dengan urutan waktu kejadian dari awal sampai akhir cerita, disebut juga alur krognitif tahapannya: awal, perumitan, klimaks, antiklimaks, akhir.
  • Alur Mundur  (Regresi) adalah sebuah alur yang menceritakan tentang masa lampau yang memiliki klimaks di awal cerita dan merupakan jalinan/ rangkaian peristiwa dari masa lalu ke masa kini yang disusun tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian dari awal sampai akhir cerita Disebut juga alur tak Krognitif Tahapannya : akhir, antiklimaks, klimaks, peruwitan, awal.
  • Alur Sorot  balik  (Flashback)  adalah alur yang terjadi karena pengarang mendahulukan akhir cerita dan setelah itu kembali ke awal cerita. Pengarang bisa memulai cerita dari klimaks kemudian kembali ke awal cerita menuju akhir. Tahapannya : klimaks, antiklimaks, akhir, peruwitan, awal.
  • Alur Campuran  (maju-mundur) adalah alur yang diawali klimaks, kemudian melihat lagi masa lampau dan dilanjutkan sampai pada penyelesaian yang menceritakan banyak tokoh utama sehingga cerita yang satu belum selesai kembali ke awal untuk menceritakan tokoh yang lain. Disebut juga alur Maju - Mundur Tahapannya: klimaks, peruwitan, awal, antiklimaks, penyelesaian.
  • Alur Klimaks adalah alur yang susunan peristiwa menanjak dari peristiwa biasa meningkat menjadi penting yakni lebih menegangkan.
  • Alur Antiklimaks adalah alur yang susunan peristiwanya makin menurun dari peristiwa menegangkan kemudian menjadi kendor dan berakhir dengan peristiwa biasa.
  • Alur Kronologis adalah alur yang susunan peristiwanya berjalan sesuai dengan urutan waktu. Dalam alur ini terdapat hitungan jam, menit, detik, hari dan sebagainya.
Pengertian Alur (Plot)
Sekian uraian tentang Pengertian Alur Menurut Para, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Wednesday, 16 March 2016

Pengertian Propaganda Menurut Para Ahli

Pengertian Propaganda - Propaganda berasal dari bahasa latin, yaitu propagare yang berarti mengembangkan atau memekarkan. Kata itu muncul dari kata CONGREGATIO DE PROPAGANDA FIDE pada tahun 1622 ketika Paus Gregorius XV mendirikan organisasi yang bertujuan mengembangkan dan memekarkan agama kahtholik Roma baik di Italia maupun di Negara-negara lain. (R. A. Santoso, 1983:16).

Propaganda merupakan salah satu bentuk komunikasi massa yang sering kali digunakan oleh individu ataupun kelompok sebagai media untuk menyebarluaskan suatu keyakinan atau doktrin. Carl I Hovlan mengatakan bahwa propaganda merupakan usaha untuk merumuskan secara tegar azas-azas penyebaran informasi serta pembentukan opini dan sikap (Propganda, 2007), sering kali propaganda dianggap sebagai suatu usaha dalam melakukan komunikasi yang bersifat persuasif, direncanakan untuk mempengaruhi pandangan dan tingkah laku individu-individu agar sesuai dengan keinginan dari propagandis. Sumber propaganda dan tujuannya dapat bersifat, terang-terangan‟ atau, tersembunyi‟ bagi audience, dan dapat pula disebut propaganda yang bersifat, terbuka‟ atau, tertutup‟. Selain itu, ada juga yang disebut dengan counter propaganda atau propaganda yang melawan atau yang kontra suatu propaganda dengan tujuan untuk menangkis atau melawan.

Menurut Enclyclopedia International, propaganda adalah suatu jenis komunikasi yang berusaha mempengaruhi pandangan dan reaksi, tanpa mempedulikan tentang nilai benar atau tidak benarnya pesan yang disampaikan. Sedangkan menurut Enclyclopedia Everyman’s, propaganda adalah suatu seni untuk penyebaran dan meyakinkan suatu kepercayaan, khususnya suatu kepercayaan agama atau politik. Propaganda berusaha untuk meyakinkan pendapat-pendapat tanpa perlu mengemukakan alasan-alasan. Dengan demikian propaganda suatu senjata yang potensial bila dipergunakan tanpa memikirkan atau mempertimbangkan kebenaran terhadap pesan yang disampaikan.

Secara umum propaganda didefinisikan sebagai skema untuk mempropagandakan suatu doktrin atau tindakan kepada seseorang atau sekelompok orang yang disebarkan melalui kata-kata, suara, iklan komersil, musik, gambar, dan simbol-simbol lainnya. Pengertian lainnya disampaikan lebih jauh lagi oleh James E. Combs dan Dan Nimmo (1994:23) sebagai berikut:

  1. “Usaha yang disengaja dan sistematis...untuk mencapai respon yang lebih jauh lagi merupakan tujuan yang diinginkan oleh ahli propaganda”
  2. “Sebuah usaha untuk mempengaruhi opini dan tingkah laku”
  3. “Situasi propaganda yang tipikal adalah A melalui suatu metode atau metode lain yang berhubungan dengan B sehingga cenderung mempengaruhi tingkah laku B”
  4. “Semua usaha yang membujuk setiap orang untuk kepercayaan atau untuk suatu bentuk tindakan”
  5. “Usaha untuk mempengaruhi personalitas dan mengontrol tingkah laku individual menuju tujuan akhir yang dianggap tidak ilmiah atau nilainya meragukan dalam masyarakat pada waktu yang ditentukan”
Berikut ini beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli: 1. Qualter
“Propaganda is the deliberate attempt by some individual or group to form, control or alter the attitude of other groups by the use of the instruments of communication with the intention that in any given situation the reaction of those so influenced will be that desired by propagandist”

Artinya: Propaganda adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja oleh beberapa individu atau kelompok untuk membentuk, mengawasi atau mengubah sikap dari kelompok-kelompok lain dengan menggunakan media komunikasi dengan tujuan bahwa pada setiap situasi yang tersedia, reaksi dari mereka yang dipengaruhi akan seperti yang diinginkan oleh si propagandis.

2. Lasswell
“Propaganda is in the broadcast sense the technique of influencing human
action by the manipulation of represe
ntations”


Artinya: Propaganda dalam arti yang luas, adalah tekhnik untuk mempengaruhi kegiatan manusia dengan memanifulasikan representasinya (representasi dalam hal ini berarti kegiatan atau berbicara untuk suatu kegiatan kelompok).

3. Barnays
“Modern propaganda is a consistent, enduring effort to create or shape event to influence the relations of the public to an enterprise idea or group”

Artinya: Propaganda modern adalah suatu usaha yang bersifat konsisten dan terus menerus untuk menciptakan atau membentuk peristiwa-peristiwa guna mempengaruhi hubungan publik terhadap suatu penguasa atau kelompok.

4. Ralph D. Casey
“Propaganda is the deliberate and conscious effort to fix an attitude or modify an opinioin as it relater to a doctrine or program, and on the other hand, the conscientious effort of the agencies of communications to disseminate facts in a spirit of objectivity and honesty”

Artinya: Propaganda adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja dan sadar untuk menetapkan suatu sikap atau mengubah suatu pendapat yang berkaitan dengan suatu doktrin atau program, dan di pihak lain, merupakan suatu usaha yang sadar dari lembaga-lembaga komunikasi, untuk menyebarkan fakta dalam semangat obyektivitas dan kejujuran.

5. Drs. R.A Santoso Sastropoetro
Propaganda adalah suatu penyebaran pesan yang terlebih dahulu telah direncanakan secara teliti untuk mengubah sikap, pandangan, pendapat dan tingkah laku dari penerima komunikan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan oleh komunikator.

6. Prof. Onong Uchyana Efendi
Propaganda adalah komunikasi yang dilakukan secara berencana, sistematis dan berulang-ulang untuk mempengaruhi seseorang, khalayak atau bangsa agar melaksanakan kegiatan tertentu dengan kesadaran sendiri tanpa paksa atau dipaksa.

7. Drs. R. Roekomy
Propaganda adalah usaha mempengaruhi orang lain berdasarkan faktor-faktor psikologis tentang sesuatu yang baru atau belum diakui kebenarannya agar terbuat sesuai dengan yang diharapkan.

8. Prof. Dr. mar`at
Propanganda itu adalah suatu tekhnik, cara atau usaha yang sistematis serta sungguh-sungguh dipikirkan secara mendalam dimana tekhnik atau cara/usaha ini dilakukan baik oleh seseorang maupun sekelompok orang untuk mempengaruhi pendapat atau sikap orang lain atau kelompok lain.

9. Prof. DR.H.C.J. Duyker
Bahwa siapa pun yang melakukan propaganda menyebarkan pesan-pesan, mempunyai keinginan untuk mengubah sikap, pendapat, tingkah laku dari sesama manusia sebagai objeknya.

10. William Albig
Pada awalnya kegiatan propaganda didasarkan pada komunikasi dari mulut ke mulut dan media cetak yang mencapai kelompok kecil.

Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan di atas, maka dapat dikatakan bahwa propaganda adalah suatu usaha yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara berulang-ulang dalam menyebarkan pesan guna mempengaruhi seseorang, khalayak atau bangsa untuk mengubah sikap, pandangan, pendapat dan tingkah laku agar melaksanakan kegiatan tertentu dengan kesadaran sendiri tanpa paksa atau dipaksa.
Sekian uraian tentang Pengertian Propoganda Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Monday, 29 February 2016

Pengertian Kosakata Menurut Para Ahli

Pengertian Kosakata - Dalam kehidupan berbahasa seseorang, kosakata mempunyai peran yang sangat penting, baik berbahasa sebagai proses berpikir maupun sebagai alat komunikasi dalam masyarakat. Kosakata merupakan alat pokok yang dimiliki seseorang yang akan belajar bahasa sebab kosakata berfungsi untuk membentuk kalimat, mengutarakan isi pikiran dan perasaan dengan sempurna, baik secara lisan maupun tertulis.

Pengertian kosakata banyak dikemukakan oleh para ahli tetapi pada dasarnya pengertian tersebut saling melengkapi. 

Berdasarkan KBBI (2003: 597) kosakata adalah perbendaharaan kata atau banyaknya kata-kata yang dimiliki suatu bahasa. 

Pendapat ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Henry Guntur Tarigan (1986: 197) bahwa kosakata adalah kata-kata yang merupakan perbendaharaan suatu bahasa. 

Sedangkan Burhan Nurgiyantoro (2001: 213) menyatakan bahwa kosakata adalah kekayaan kata yang dimiliki oleh suatu bahasa. 

Soedjito (1992: 1) memberikan batasan kosakata sebagai berikut:
  • Semua kata-kata yang terdapat dalam suatu bahasa.
  • Kata yang dipakai dalam suatu ilmu.
  • Kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara. 
  • Daftar kata yang disusun kamus disertai penyelesaian singkat dan praktis.
Menurut Kridalaksana (1982 : 98) kosakata atau leksikon, adalah sebagai berikut:
  • Komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa.
  • Kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, penulis suatu bahasa.
  • Daftar kata yang disusun seperti kamus, tetapi dengan penjelasan yang singkat dan praktis.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kosakata adalah semua kata yang terdapat dalam bahasa. Selain itu, kosakata merupakan semua kata-kata yang dimiliki oleh seseorang yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam berbahasa.



Sekian uraian tentang Pengertian Kosakata Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Pengertian Bercerita Menurut Para Ahli

Pengertian Bercerita - Bercerita merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif. Artinya, dalam bercerita seseorang melibatkan pikiran, kesiapan mental, keberanian, perkataan yang jelas sehingga dapat dipahami oleh orang lain.

Menurut Burhan Nurgiyantoro (2001: 278), ada beberapa bentuk tugas kegiatan berbicara yang dapat dilatih untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan bercerita pada siswa, yaitu:
  1. Bercerita berdasarkan gambar,
  2. Wawancara,
  3. Bercakap-cakap,
  4. Berpidato, 
  5. Berdiskusi.
Bercerita merupakan salah satu kebiasaan masyarakat sejak dahulu sampai sekarang. Hampir setiap siswa yang telah menikmati suatu cerita akan selalu siap untuk menceritakannya kembali, terutama jika cerita tersebut mengesankan bagi siswa. 

Menurut Burhan Nurgiyantoro (2001: 289), bercerita merupakan salah satu bentuk tugas kemampuan berbicara yang bertujuan untuk mengungkapkan kemampuan berbicara yang bersifat pragmatis. Ada dua unsur penting yang harus dikuasai siswa dalam bercerita yaitu linguistik dan unsur apa yang diceritakan. Ketepatan ucapan, tata bahasa, kosakata, kefasihan dan kelancaran, menggambarkan bahwa siswa memiliki kemampuan berbicara yang baik. 

Tarigan (1981: 35) menyatakan bahwa bercerita merupakan salah satu keterampilan berbicara yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang lain. Dikatakan demikian karena bercerita termasuk dalam situasi informatif yang ingin membuat pengertian-pengertian atau maknamakna menjadi jelas. Dengan bercerita, seseorang dapat menyampaikan berbagai macam cerita, ungkapan berbagai perasaan sesuai dengan apa yang dialami, dirasakan, dilihat, dibaca dan ungkapan kemauan dan keinginan membagikan pengalaman yang diperolehnya. 

Dengan kata lain, bercerita adalah salah satu keterampilan berbicara yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang lain dengan cara menyampaikan berbagai macam ungkapan, berbagai perasaan sesuai dengan apa yang dialami, dirasakan, dilihat, dan dibaca.


Sekian uraian tentang Pengertian Bercerita Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Saturday, 27 February 2016

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Pengertian Cerpen - Berikut di uraikan tentang pengertian Cerpen menurut beberapa ahli :
  1. Joko Sumardjo, cerpen adalah cerita yang pendek. Pendek berarti cerita yanghabis dibaca sekitar 10 menit, atau sekitar setengah jam. Cerita yang dapat dibaca sekali duduk. Atau cerita yang terdiri dari 500 hingga 5000 kata. Bahkan ada pulacerpen yang berisikan beberapa puluh dan ribuan kata, itulah yang dikatakan cerpen yang panjang. Pada umumnya cerpen-cerpen Indonesia bersikan 5-4 lembar folio dengan maksimal 20 lembar folio yang menggunakan spasi rangkap.
  2. Burhan Nurgiyantoro, cerpen adalah cerita sebagai sebuah narasi berbagai kejadian yang sengaja di susun berdasarkan urutan waktu.
  3. Aminuddin, cerpen adalah kisahan cerita yang diemban oleh pelaku-pelaku tertentu dengan pemeranan, latar, serta tahapan dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi penceritanya sehingga menjalin suatu cerita.
  4. Tarigan, cerpen adalah cerita rekaan yang masalahnya jelas, singkat, padat dan terkonsentrasi pada satu cerita. Jadi, sangatlah jelas bahwa kelebihan cerpen yaitu kemampuannya dalam mengemukakan secara lebih banyak dan implisit darisekedar apa yang diceritakan dan mengandung kesan tunggal.
  5. Susanto, cerita pendek adalah cerita yang panjangnya sekitar 5000 kata ataukira-kira 17 halaman kuarto spasi rangkap yang terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.
  6. H.B. Jassin - Sang Paus Sastra Indonesia - mengatakan bahwa yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian.
  7. A. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas, yaitu banyaknya perkataan yang dipakai: antara 500-20.000 kata, adanya satu plot, adanya satu watak, danadanya satu kesan.
  8. Aoh. KH, mendefinisikan bahwa cerpen adalah salah satu ragam fiksi atau ceritarekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek.

Sekian uraian tentang Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli.
Baca juga:

Friday, 26 February 2016

Pengertian Sinopsis Menurut Para Ahli

Pengertian Sinopsis - Sinopsis atau synopsis berasal dari kata synopical yang artinya ringkas. Berdasarkan asal kata tersebut, sinopsis diartikan sebagai ringkasan suatu materi tulisan yang panjang (baik fiksi maupun non-fiksi) dan sinopsis itu sendiri ditulis dalam bentuk narasi.

Tujuan dibuatnya synopsis adalah untuk memberikan informasi terpenting dari sebuah karya kepada pembaca atau penikmatnya dalam format yang lebih singkat sehingga mereka dapat dengan mudah mengetahui intisari cerita.

Pengertian sinopsis menurut Dr Gorys Keraf, ahli bahasa kelahiran Nusa Tenggara Timur, adalah ringkasan atau summary atau précis yang paling efektif dalam menyajikan suatu karangan yang panjang menjadi bentuk pendek.

Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia, sinopsis merupakan karangan ilmiah yang biasanya dimunculkan bersamaan dengan karangan asli yang menjadi dasar synopsis tersebut. Synopsis secara garis besar adalah abstraksi, ringkasan, atau ikhtisar karangan.



Sekian uraian tentang Pengertian Sinopsis Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Tuesday, 23 February 2016

Pengertian Karangan Narasi Menurut Para Ahli

Pengertian Karangan Narasi - Secara sederhana narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Didalam kejadian tersebut ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh , dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspitori, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif.

Ada beberapa penjelasan mengenai pengertian karangan narasi yang dikemukakan oleh sejumlah ahli bahasa, yaitu:
Keraf (1981 : 136) mengatakan bahwa karangan narasi adalah suatu bentuk wacana yang sasaran utamanya adalah tindak-tanduk yang dijalin dan dirangkaikan menjadi satu peristiwa yang terjadi dalam satu kesatuan waktu.

Pendapat senada yang lebih ringkas dikemukakan oleh Remini (2007: 32), yaitu bahwa narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.

Tulisan narasi merupakan sebuah tulisan yang sebagian berisi cerita. Meskipun didalamnya terdapat gambaran-gambaran untuk melengkapi cerita tersebut, namun secara utuh tulisan tersebut bersifat cerita. 

Karangan narasi adalah sebuah karangan yang menceritakan suatu rangkaian kejadian yang disusun secara urut sesuai dengan urutan waktu. Jadi narasi merupakan sebuah karangan yang dibuat berdasarkan urutan waktu kejadian.

Seperti pendapat yang dikemukakan oleh Semi, (2003:29), Narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman nmanusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu

Dari pendapat- pendapat di atas, dapat diketahui ada beberapa hal yang berkaitan dengan narasi. Hal tersebut meliputi:
  1. Berbentuk cerita atau kisahan,
  2. Menonjolkan pelaku,
  3. Menurut perkembangan dari waktu ke waktu,
  4. Disusun secara sistematis.

Sekian uraian tentang Pengertian Karangan Narasi Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Pengertian Karangan Dan Jenis-Jenis Karangan Menurut Para Ahli

Pengertian Karangan - Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahas tulis kepada pembaca untuk dipahami.

Finoza (2004: 192) mengemukakan bahwa karangan merupakan hasil akhir dari pekerjaan merangkai kata, kalimat, dan alinea untuk menjabarkan dan mengulas topik dan tema tertentu.

Pendapat lain dikemukakan oleh Syafie’ie (1988: 78), mengungkapkan bahwa menulis atau mengarang pada hakikatnya menuangkan gagasan, pendapat, perasaan keinginan, dan kemauan, serta informasi kedalam tulisan dan “mengirimkannya” kepada orang lain. Menurut Tarigan (1986: 21) menulis atau mengarang adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat dipahami pembaca

Jenis-jenis Karangan
Mengarang merupakan jenis kegiatan mengemukakan gagasan secara tertulis. Menurut Syafie’ie (1988:41), tulisan pada hakikatnya adalah representasi bunyi-bunyi bahasa dalam bentuk visual menurut sistem ortografi tertentu. Banyak aspek bahasa lisan seperti nada, tekanan suara, perintah serta beberapa aspek lainnya yang tidak dapat dipresentasikan dalam tulisan. Begitu juga halnya dengan fisik, seperti gerak tubuh tangan, kepala, wajah yang mengiringi bahasa lisan tidak dapat diwujudkan dalam sebuah tulisan. Oleh karena itu, dalam mengemukakan gagasan secara tertulis, perlu menggunakan bentuk tertentu dalam sebuah karangan. Bentuk-bentuk tersebut, seperti dikemukakan oleh Semi (2003:29) bahwa secara umum karangan dapat dikembangkan dalam empat bentuk yaitu narasi, eksposisi, deskripsi, dan argumentasi.

Nurjamal dalam Sumirat, Darwis (2011: 70) mengemukakan bahwa berdasarkan isi dan sifatnya, karangan terdiri atas:
  1. Narasi,
  2. Deskripsi,
  3. Ekspositori,
  4. Persuasif,
  5. Argumentasi.
Karena sebuah tulisan dibentuk oleh serangkaian alinea/paragraf, maka penjenisan tulisan berdasarkan hal tersebut dapat ditinjau dari komposisi alineanya. Jika semua atau sebagian besar tulisan dibentuk oleh alinea narasi, maka itu adalah sebuah karangan narasi. Begitupun bentuk tulisan lainnya.


Sekian uraian tentang Pengertian Karangan Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Pengertian, Manfaat Dan Tujuan Menulis Menurut Para Ahli

Pengertian Menulis - Menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis. Hasil dari kreatif menulis ini biasa disebut dengan istilah tulisan atau karangan. Kedua istilah tersebut mengacu pada hasil yang sama meskipun ada pendapat yang mengatakan kedua istilah tersebut memiliki pengertian berbeda. Istilah menulis sering dilekatkan pada proses kreatif yang berjenis ilmiah. Sementara, istilah mengarang sering dilekatkan pada proses kreatif yang berjenis non ilmiah.

Pokok persoalan di dalam tulisan disebut gagasan atau pikiran. Gagasan tersebut menjadi dasar bagi berkembangnya sebuah tulisan tersebut. Melalui tulisannya, penulis bisa mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, pendapat, kehendak dan pengalamannya kepada pihak lain.

Nurjamal dalam Sumirat, Darwis (2011:69) mengemukakan bahwa menulis sebagai sebuah keterampilan berbahasa adalah kemampuan seseorang dalam mengemukakan gagasan, perasaan, dan pemikiran-pemikirannya kepada orang atau pihak lain dengan menggunakan media tulisan.

Pendapat lain dikemukakan oleh Tarigan (1986: 15) menyatakan bahwa menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai.

Menurut Tarigan dalam Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan. 

Lado dalam Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) juga mengungkapkan pendapatnya mengenai menulis yaitu: meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain.

Tujuan dan Manfaat Menulis
a. Tujuan Menulis
Menurut Syafie’ie (1988:51-52), tujuan menulis dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  1. Mengubah keyakinan pembaca;
  2. Menanamkan pemahaman sesuatu terhadap pembaca;
  3. Merangsang proses berpikir pembaca;
  4. Menyenangkan atau menghibur pembaca;
  5. Memberitahu pembaca; dan
  6. Memotivasi pembaca.
Sedangkan pendapat lain dikemukakan oleh Hugo Harting (dalam Tarigan, 1994:24-25) mengklasifikasikan bahwa tujuan penulisan, antara lain:
  1. Tujuan penugasan (assingnment purpose);
  2. Tujuan altruistik (altruistic purpose, tujuan persuasi (persuasive purpose);
  3. Tujuan Persuasif (Persuassive Purpose);
  4. Tujuan penerangan (informational purpose), tujuan penyataan (self-expressive purpose);
  5. Tujuan Pernyataan diri (Self expressive purpose);
  6. Tujuan kreatif (creative purpose);
  7. Tujuan pemecahan masalah (problem-solving purpose).
b. Manfaat Menulis
Manfaat menulis menurut Horiston dalam Darmadi (1996: 3-4), yaitu:
  1. Kegiatan menulis adalah sarana untuk menemukan sesuatu, dalam artian dapat mengangkat ide dan informasi yang ada di alam bawah sadar pemikiran kita.
  2. Kegiatan menulis dapat memunculkan ide baru.
  3. Kegiatan menulis dapat melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan berbagai konsep atau ide yang kita milki.
  4. Kegiatan menulis dapat melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang.
  5. Kegiatan menulis dapat membantu diri kita untuk berlatih memecahkan beberapa masalah sekaligus.
  6. Kegiatan menulis dalam sebuah bidang ilmu akan memungkinkan kita untuk menjadi aktif dan tidak hanya menjadi penerima informasi.

Sekian uraian tentang Pengertian, Tujuan Dan Manfaat Menulis Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Thursday, 18 February 2016

Pengertian Argumentasi

Pengertian Argumentasi - Argumentasi merupakan karangan yang membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran dari sebuah pernyataan (statement). Menurut Nursisto (1999: 43) menyatakan bahwa argumentasi adalah karangan yang berusaha memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Karangan argumentasi pasti memuat argumen, yaitu bukti dan alasan yang dapat meyakinkan orang lain bahwa pendapat yang disampaikan benar. 

Argumentasi merupakan suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis. Melalui argumentasi penulis mampu merangkaikan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga ia mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak (Keraf, 2004:3). 

Dasar dari tulisan yang bersifat argumentatif adalah berpikir kritis dan logis. Hal tersebut menjadikan tulisan argumentasi harus didasarkan pada fakta-fakta yang logis. Keraf (2004: 5) menyatakan bahwa penalaran harus 13 menjadi landasan sebuah tulisan argumentasi. Penalaran adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan. Berpikir yang berusaha menghubungkan untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis. Evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran (Keraf, 2004: 9). 

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa argumentasi merupakan suatu jenis karangan yang digunakan untuk menyatakan suatu pendapat dan berusaha meyakinkan orang lain terhadap kebenaran pendapat tersebut. Penulis berusaha meyakinkan kebenaran pendapatnya dengan menyertakan fakta dan bukti-bukti yang logis. 

Ciri-ciri Argumentasi
Nursisto (1999: 43) mengemukakan ciri-ciri argumentasi adalah sebagai berikut:
  1. Mengandung bukti dan kebenaran.
  2. Alasan kuat.
  3. Menggunakan bahasa denotatif.
  4. Analisis rasional (berdasarkan fakta).
  5. Unsur subjektif dan emosional sangat dibatasi (sedapat mungkin tidak ada).
Indriati (2001: 79) menyatakan bahwa argumentasi yang kuat harus mengandung lima ciri-ciri. Lima ciri-ciri tersebut antara lain:
  1. klaim (claim),
  2. bukti afirmatif (setuju) dan bukti kontradiktif (bantahan),
  3. garansi/justifikasi (warrant),
  4. kompromi (concessions),
  5. sumber aset (reservations).
Berdasarkan pemaparan yang disampaikan di atas, dapat disimpulkan bahwa argumentasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Pertama, terdapat pernayataan atas suatu pendapat. Kedua, menyertakan alasan untuk meyakinkan orang lain mengenai pendapat yang disampaikan. Ketiga, mengandung bukti kebenaran berupa data dan fakta pendukung yang relevan. Keempat, analisis yang dilakukan berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.


Sekian uraian tentang pengertian argumentasi, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Monday, 15 February 2016

Pengertian Bahasa Non Baku Menurut Para Ahli

Pengertian Bahasa Nonbaku - Istilah bahasa nonbaku ini terjemahan dari “nonstandard language”. Istilah bahasa nonstandar ini sering disinonimkan dengan istilah “ragam subbaku”, “bahasa nonstandar”, “ragam takbaku”, bahasa tidak baku”, “ragam nonstandar”.
 
Richards, Jhon, dan Heidi berpengertian bahwa bahasa nonstandar adalah bahasa yang digunakan dalam berbicara dan menulis yang berbeda pelafalan, tatabahasa, dan kosakata dari bahasa baku dari suatu bahasa (nonstandard, used of speech or writing which differs in pronunciation, grammar, or vocabulary from the standard variety of the language) (1985  :193).
 
Crystal berpengertian bahwa bahasa nonbaku adalah bentuk-bentuk bahasa yang tidak memenuhi norma baku, yang dikelompokkan sebagai subbaku atau nonbaku (linguistic forms or dialects which do not conform to this norm are then refered to as sub-standard or nonstandard) (1985 :286).
 
Suharianto berpengertian bahwa bahasa nonstandar atau bahasa tidak baku adalah salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi (1981 : 23).
 
Alwasilah berpengertian bahwa bahasa tidak baku adalah bentuk bahasayang biasa memakai kata-kata atau ungkapan, struktur kalimat, ejaan dan pengucapan yang tidak biasa dipakai oleh mereka yang berpendidikan (1985 : 116).
 
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, jelas bahwa bahasa nonstandar adalah ragam yang berkode bahasa yang berbeda dengan kode bahasa baku, dan dipergunakan di lingkungan tidak resmi.

 
Sekian pengertian nonbaku menurut para ahli, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Pengertian Bahasa Baku Menurut Para Ahli

Pengertian Bahasa Baku - Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, Poerwadarminta menuliskan:
Baku I
Jawa, (1) yang menjadi pokok, yang sebenarnya; (2) sesuatu yang dipakai sebagai dasar ukuran (nilai, harga; standar).
Baku II
saling (1976 : 79).
 
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1988 : 71), kata baku juga ada dijelaskan.
Baku I
(1) pokok, utama; (2) tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas dan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar;
Baku II
saling
 
Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, Badudu dan Zain menjelaskan makna kata baku.
baku I
(Jawa) yang menjadi pokok; (2) yang utama; standar.
baku II
(Manado), saling (1996 : 114)
 
Baku dalam bahasa baku di dalam 3 Kamus di atas bermakna sama dengan baku I. Oleh karena itu, bahasa baku ialah bahasa yang menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran, atau yang menjadi standar. Penjelasan makna kata itu tentu saja belum cukup untuk memahami konsep yang sesungguhnya. Oleh karena itu, istilah bahasa baku itu akan dijelaskan lagi secara luas di bawah ini.

Berikut pengertian bahasa baku yang dikemukan beberapa ahli: 
Istilah bahasa baku dalam bahasa Indonesia atau standard language dalam bahasa Inggris dalam dunia ilmu bahasa atau linguistik pertama sekali diperkenalkan oleh Vilem Mathesius pada 1926. Ia termasuk pencetus Aliran Praha atau The Prague School. Pada 1930, B. Havranek dan Vilem Mathesius merumuskan pengertian bahasa baku itu.
 
Mereka berpengertian bahwa bahasa baku sebagai bentuk bahasa yang telah dikodifikasi, diterima dan difungsikan sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas (A Standard language can tentatively be definite as a codified form of language accepted by and serving as a model for a large speech community) (Garvin, 1967 dalam Purba, 1996 : 52).
 
Pengertian bahasa baku di atas diikuti dan diacu oleh pakar bahasa dan pengajaran bahasa baik di barat maupun di Indonesia. Di dalam Dictionary Language and Linguistics, Hartman dan Strok berpengertian bahasa baku adalah ragam bahasa yang secara sosial lebih digandrungi dan yang sering didasarkan bahasa orang-orang yang berpendidikan di dalam atau di sekitar pusat kebudayaan atau suatu masyarakat bahasa (Standard language is the socially favourite variaty of a langauage, often based on the speech of educated population in and a round the cultural and or political cntre of the speech community) (1972 : 218).
 
Di dalam Sociolinguistics A Critical Survey of Theory and Application, Dittmar berpengertian bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa dari suatu masyarakat bahasa yang disahkan sebagai norma keharusan bagi pergaulan sosial atas dasar kepentingan dari pihak-pihak dominan di dalam masyarakat itu. Tindakan pengesahan itu dilakukan melalui
pertimbangan-pertimbangan nilai yang bermotivasi sosial politik (The standard is that speech variety of a language community which is legitimized as a the obligatory norm form social intercourse on the strength of the interest of dominant forces in that social. The act of legitimized a norm is effected by means of value judgement which have sociopolitical motivation) (1976 : 8).
 
Di dalam Logman Dictionary of Applied Linguistics, Richard, Jhon dan Heidi berpengertian bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa yang berstatus tinggi di dalam suatu masyarakat atau bangsa dan biasa didasarkan penutur asli yang berpendidikan di dalam berbicara dan menulis (Standard variaty; standard variaty; standard dialect; standard language is the variaty of a language which has on the speech and writing of educated native speakers of the language) (1985 : 271).
 
Di dalam Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan, Yus Rusyana berpengertian bahwa bahasa baku atau bahasa standar adalah suatu bahasa yang dikodifikasikan, diterima, dan dijadikan model oleh masyarakat bahasa yang lebih luas (1984 : 104).
 
Di dalam Tata bahasa Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat Pendidikan Menengah, Gorys Keraf berpengertian bahwa bahasa baku adalah bahasa yang dianggap dan diterima sebagai patokan umum untuk seluruh penutur bahasa itu (1991 : 8).
 
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, jelas bahwa bahasa baku itu adalah bentuk bahasa yang telah dikodifikasi atau ditetapkan, diterima dan difungsikan sebagai model oleh masyarakat secara luas.
 
Di dalam pengertian bahasa baku itu terdapat 3 aspek yang saling menyatu, yaitu kodifikasi, keberterimaan, difungsikan sebagai model. Ketiganya dibahas di bawah ini.

Istilah kodifikasi adalah terjemahan dari “codification” bahasa Inggris. Kodifikasi diartikan sebagai hal memberlakukan suatu kode atau aturan kebahasaan untuk dijadikan norma di dalam berbahasa (Alwasilah, 1985 :121).
 
Masalah kodifikasi berkait dengan masalah ketentuan atau ketetapan norma kebahasaan. Norma-norma kebahasaan itu berupa pedoman tata bahasa, ejaan, kamus, lafal, dan istilah.
Kode kebahasaan sebagai norma itu dikaitkan juga dengan praanggapan bahwa bahasa baku itu berkeseragaman. Keseragaman kode kebahasaan diperlukan bahasa baku agar efisien, karena kaidah atau norma jangan berubah setiap saat. Kodifikasi yang demikian diistilahkan oleh Moeliono sebagai kodifikasi bahasa menurut struktur bahasa sebagai sebuah sistem komunikasi (1975 : 2).
 
Kodifikasi kebahasaan juga dikaitkan dengan masalah bahasa menurut situasi pemakai dan pemakaian bahasa. Kodifikasi ini akan menghasilkan  ragam bahasa. Perbedaan ragam bahasa itu akan tampak dalam  pemakaian bahasa lisan dan tulis. Dengan demikian kodifikasi kebahasaan bahasa baku akan tampak dalam pemakaian bahasa baku. Bahasa baku atau bahasa standar itu harus diterima atau berterima bagi masyarakat bahasa. Penerimaan ini sebagai kelanjutan kodifikasi bahasa  baku. Dengan penerimaan ini bahasa baku mempunyai kekuatan untuk mempersatukan dan menyimbolkan masyarakat bahasa baku. 
 
Bahasa baku itu difungsikan atau dipakai sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas. Acuan itu dijadikan ukuran yang disepakati secara umum tentang kode bahasa dan kode pemakaian bahasa di dalam situasi tertentu atau pemakaian bahasa tertentu. Ketiga aspek yang terdapat di dalam konsep bahasa baku itu kodifikasi, keberterimaan, difungsikan atau dipakai sebagai model, berkesatuan utuh dan saling berkait, baik dalam menentukan kode bahasa maupun kode pemakaian bahasa baku. Hal ini akan dirinci pada pembahasan ciri-ciri dan fungsi bahasa baku dan pemakaian bahasa baku.

 
Sekian pengertian bahasa baku menurut para ahli, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Sunday, 7 February 2016

Pengertian Dan Macam-macam Preposisi

Apa itu preposisi?|Preposisi atau kata depan adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unsur pembentuk frasa preposisional. Letaknya di depan unsur yang mengikutinya (nomina, verba, adjektif).
 
Macam-macam preposisi:
  1. monomorfemis: bagi, untuk, guna, buat, dengan, di, ke, dari, oleh, pada, tentang, sejak. 
  2. polimorfemis:
  • berafiks: bersama, menjelang, menuju, menurut, sekeliling, sekitar, selama, sepanjang, mengenai, terhadap, bagaikan. 
  • gabungan (preposisi dengan preposisi): daripada, kepada, oleh karena, sampai dengan/ke, selain dari.
 
 


Baca juga:

Pengertian Kata Dasar, Turunan, Ulang Dan Majemuk

Apa itu Kata Dasar, Kata Turunan, Kata Ulang Dan Kata Majemuk? Dari segi bentuknya, kata dapat dipisahkan menjadi kata dasar; kata turunan atau kata berimbuhan; kata ulang; kata majemuk. 
 
Kata dasar adalah kata yang tidak berimbuhan. Kata dasar pada umumnya mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi kata turunan. Perubahan kata dasar menjadi kata turunan mengakibatkan perubahan makna kata. 
 
Kata turunan/berimbuhan adalah kata yang sudah berubah dari bentuk dasarnya, atau kata yang telah mendapat imbuhan (afiksasi).
 
Contoh:
Kata dasar                Kata turunan
satu                         disatukan, kesatuan, penyatu
lebar                       dilebarkan, pelebaran, pelebar
rumah                      dirumahkan, perumahan
cerdas                      dicerdaskan, pencerdasan
darat                        didaratkan, pendaratan

Kata ulang adalah kata dasar/ turunan yang mendapat pengulangan. Penulisan kata ulang menggunakan tanda (-).
 
Contoh:satu-satu
berlari-lari
cerdas-cerdas
dielu-elukan
gerak-gerik

Kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu pengertian.
 
Contoh:
saputangan
matahari
beasiswa
tanggung jawab
meja makan
duta besar
kereta api

 

Baca juga:

Pengertian Tajuk Rencana

Apa Itu Tajuk Rencana?|Tajuk rencana adalah tulisan utama dalam penerbitan pers yang mencerminkan pandangan media tersebut mengenai suatu masalah atau peristiwa penting dalam pers.
Tajuk rencana ditulis dengan menggunakan kalimat yang baku. Namun demikian, kita masih dapat menemukan kalimat yang tidak baku berupa kalimat yang rancu.
Berikut ini disajikan sebuah tajuk rencana. Bacalah tajuk rencana tersebut dengan saksama sekaligus identifikasilah kalimat rancu yang terdapat di dalamnya!

"Warna-warni Api Olimpiade" 

Pada masa Perang Dingin, saling boikot olimpiade terjadi. Barat memboikot Olimpiade Moskwa 1980, dan Blok Timur memboikot Olimpiade Los Angeles 1984. Olahraga tampaknya tidak imun dari persoalan politik. Ini pula yang diwacanakan menjelang Olimpiade Beijing Agustus mendatang. Kontro versi atas Olimpiade Beijing bahkan sudah menghangat berbulan-bulan sebelum hajatan olahraga skala dunia ini berlangsung. Sejumlah pemimpin, seperti Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, dikabarkan mengancam memboikot.
Sejumlah kalangan lainnya menentang ide semacam itu. Namun, tak urung kontroversi itu pun berkepanjangan. Obor Olimpiade yang dibawa keliling dunia menjadi sasaran demo kalangan pro-Tibet dan aktivis HAM, seperti terjadi di San Francisco, Amerika Serikat, dan New Delhi, India. Atas dasar itu pula, kejadian serupa juga dikhawatirkan bisa terjadi ketika api Olimpiade dibawa ke Jakarta.
Padahal sebelumnya banyak diberitakan, kehadiran api Olimpiade akan menjadi peristiwa
yang dirayakan di Jakarta. Semula obor akan dibawa mulai dari Balaikota hingga Plaza Timur Senayan. Akan tetapi, karena khawatir didemo, panitia akhirnya hanya membawa api Olimpiade keliling Stadion Utama Gelora Bung Karno, disaksikan tamu undangan terbatas, bukan lagi untuk khalayak umum. Masyarakat ingin melihat acara ini, selain untuk menyaksikan secara langsung api Olimpiade juga melihat sejumlah selebritis yang membawanya, mulai dari atlet Olimpiade, pejabat, hingga artis. 
Itulah barangkali yang kita sebut warna-warni api Olimpiade. Ketika era keterbukaan telah melanda dunia, mana bisa kita menghalang-halangi demo? Kita juga yakin, aspirasi demokratik dan penghargaan terhadap HAM patut pula mendapat panggung penyaluran. Namun, kita juga ingin mengembalikan olimpiade pada tujuan dasarnya, yakni mempererat persaudaraan umat manusia melalui olahraga.
Inilah arena di mana otot dan otak dikombinasikan untuk mencapai prestasi terbaik seperti moto olimpiade, yakni citius (lebih cepat), altius (lebih tinggi), dan fortius (lebih kuat). Ketika pendiri Komite Olimpiade Internasional Baron de Coubertin meminjam moto di atas dari Pater Henri Martin Dideon, juga muncul harapan, selain prestasi yang dicerminkan oleh moto tersebut, juga muncul semangat persaudaraan, saling pengertian, tidak saja di antara para atlet, tetapi juga di antara bangsa-bangsa, dan untuk seluruh umat manusia.
Jadi, ada baiknya kita memilah-milah urusan, mana politik, mana olahraga. Jangan sampai kita korbankan tujuan olahraga yang luhur demi pencapaian tujuan politik. Kalau sampai ini terjadi, akan hilang satu peluang emas untuk memupuk perdamaian melalui olahraga. Dari Olimpiade Barcelona tahun 1992, para atlet mendengar ajakan Andrew Lloyd Webber/ Don Black untuk menjadi “Teman Sepanjang Hidup” (Amigos para Siempre). 
 


Baca juga:

Pengertian Parafrasa

Apa Itu Parafrasa? | Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, parafrasa adalah:
  1. pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertiannya; 
  2. penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata-kata) yang lain dengan maksud untuk menjelaskan makna yang tersembunyi.
 
Dari pengertian itu dapat disimpulkan, parafrasa adalah suatu pengungkapan atau penguraian kembali suatu bentuk bahasa baik berupa kata, kelompok kata, atau satuan lainnya dengan maksud memperjelas arti dan menghindari pengulangan yang mubazir.
 
Kegiatan parafrasa sebenarnya mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. mensubstitusi / mengganti (sinonim);
b. menambahkan.

 

Baca juga:

Pengertian Perhentian (Jeda)

Apa Itu Perhentian (Jeda)? | Perhentian (Jeda) merupakan pemutusan suatu arus ujaran yang sedang berlangsung.
 
Perhentian berkaitan dengan bidang tutur berupa kalimat atau wacana. Perhentian dapat dibedakan menjadi dua.
a. Perhentian antara atau nonfinal, biasanya dilambangkan dengan tanda koma (,). Perhentian macam itu disebut juga jeda. Jeda terjadi karena kebulatan amanat suatu tuturan belum terjadi.
 
Penggunaan jeda, selain memudahkan kalian memahami ketepatan pesan/informasi, jeda juga dapat kita gunakan untuk membedakan makna.
 
Perhatikan contoh berikut ini!Hari ini, teman kakak yang baru datang
dari Bandung menginap di rumah kami.
(Lafalkan dengan jeda yang tepat.)
Kata yang baru menerangkan teman kakak dan kata datang.
 
b. Perhentian akhir atau final, biasanya dilambangkan dengan tanda titik (.), tanda seru (!), atau tanda tanya (?).
 
Berikut ini contoh kalimat dengan satu perhentian akhir.
  • //Saya pergi ke Surabaya.// 
  • //Masuk!// 
  • //Siapa Anda?//
 
Berikut ini contoh kalimat dengan satu perhentian antara dan satu perhentian akhir.
  • //Ketika rumahnya dilanda banjir,/Ahmad sedang berada di luar kota.// 
  • //Ibu pergi ke supermarket. //Anita pergi ke perpustakaan.//
 
Baca juga:

Pengertian Durasi

Apa Itu Durasi?|Yang dimaksud dengan durasi adalah suatu jenis unsur suprasegmental yang ditandai oleh panjang pendeknya waktu yang diperlukan untuk mengucap sebuah segmen bahasa.
 
Dalam bahasa Indonesia, durasi yang distingtif hanya terdapat pada bidang kalimat. Dalam bidang kata tidak ada durasi distingtif. Durasi itu sering mempengaruhi panjang
pendeknya fonem dalam sebuah kata dalam kalimat.
 
Perhatikan contoh berikut ini!
Tanggapan beberapa orang terhadap sebuah lukisan sebagai berikut:
  • Lukisan itu indah sekali! 
  • Lukisan itu in-dah sekali! 
  • Lukisan itu indah – sekali!
Dalam tuturan yang lebih panjang, misalnya dalam menyampaikan pidato-pidato atau ceramah, durasi akan tampak dalam bentuk lain. Misalnya, pembicara ingin memberikan penekanan pada bagian tertentu, bagian itu diucapkan dalam waktu yang lama (pelan-pelan). Sementara bagian yang tidak penting diucapkan dengan cepat.
 
 
 
 
Baca juga?

Saturday, 6 February 2016

Pengertian Intonasi Menurut Para Ahli

Apa yang dimaksud dengan intonasi? | Intonasi adalah kerja sama antara nada, tekanan, durasi, dan perhentian-perhentian yang menyertai suatu tutur, dari awal hingga perhentian yang terakhir (Gorys Keraf, 1991).
 
Jadi, unsur-unsur yang terpenting dalam intonasi adalah tekanan, nada, durasi, dan perhentian. Unsur-unsur tersebut termasuk unsur suprasegmental bahasa. 
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:440), intonasi adalah lagu kalimat atau tinggi rendahnya nada.
 
Sebuah lagu dapat kita nikmati keindahannya berkat suara penyanyi yang merdu dan intonasi yang tepat. Intonasi dalam lagu sangat penting, demikian pula dalam berbicara. Akan terdengar janggal jika penutur salah dalam menggunakan intonasi.
 
Setiap kalimat mempunyai intonasi yang berbeda, intonasi kalimat berita berbeda dengan intonasi kalimat tanya, berbeda juga dengan kalimat perintah. Perhatikan kalimat berikut ini! Ucapkan dengan intonasi yang tepat!
  • Kamu melihat kejadian itu? (Dikatakan dengan ragu-ragu.) 
  • Kamu melihat kejadian itu? (Dikatakan dengan rasa ingin tahu.) 
  • Kamu melihat kejadian itu? (Dikatakan dengan marah.) 
  • Semalam terjadi gempa di Yogya 
  • Jangan pergi ke sana!
 
 
 
Sekian pengertian intonasi, semoga artikel ini dapat bermanfaat..
Baca juga: